KENDARIPOS.CO.ID– Sebanyak 23 orang dari 35 anggota DPRD Kendari batal di suntik vaksin sinovac. Alasannya karena mengidap komorbid.

Ketua DPRD Kota Kendari Subhan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, batalnya puluhan legislator mendapatkan vaksin dikarenakan tak lulus uji kesehatan saat hendak mendapatkan vaksinasi.

Ketua DPRD Kendari Subhan bersama sejumlah anggota DPRD Kendari usai mengikuti vaksinasi tahap kedua di Gedung Private Medical Care Center (PMCC) RSUD Kendari, kemarin.

” Jadi tidak semua anggota dewan divaksin,” ujar politisi PKS itu, kemarin.

Menurut Subhan, batalnya puluhan legislator dalam mendapatkan vaksin bukan karena unsur kesengajaan, melainkan mereka divonis komorbid atau memiliki penyakit bawaan (penyerta).

Meski begitu, kata Subhan, sisanya sekira 12 anggota telah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama. Bahkan 9 orang diantaranya telah meneriman dosis kedua.

Kata Subhan, pemberian vaksin sangat penting dalam rangka melindungi diri dari potensi tertular covid-19. Ia menyebut dirinya sudah menerima suntikan vaksin covid-19. Ini penting sebagai bentuk perlindungan diri dan melindungi sesama. Pemberian vaksin sama sekali tidak mengganggu aktivitas. Namun ia mengakui ada sedikit gejala yang dirasakan usai disuntik, seperti mengantuk dan rasa lapar.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kendari, drg Rahminingrum membenarkan bahwa sebagian besar anggota legislatif Kendari batal divaksin. Namun, Rahminingrum enggan menyebutkan alasan batalnya pemberian vaksin tersebut.

Rahminingrum hanya menyarankan jika misalnya mengalami komorbid, untuk segera mengkonsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika komorbidnya terkontrol agar bisa mengajukan diri mendapatkan vaksin, “Kita tetap dorong siapa saja untuk menerima suntikan vaksin covid-19. Termasuk pejabat (anggota DPRD) agar kita bisa segera terbentuk Herd Immunity (kekebalan kelompok) sehingga bisa mempercepat penanganan Covid-19,” kata Rahmingrum. (ags/b)