Wagub Ajak Masyarakat Sukseskan Vaksinasi – Kendari Pos
Kesehatan

Wagub Ajak Masyarakat Sukseskan Vaksinasi

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat vaksin Covid-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia). Rencananya, vaksinasi kelompak Lansia akan dimulai setelah tenaga kesehatan (Nakes) dan petugas pelayanan publik.

Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Lukman Abunawas mengatakan vaksinasi di Sultra udah masuk tahap kedua. Saat ini, vaksinasi masih tetap diprioritaskan terhadap Nakes. “Pada tahap ketiga, kemungkinan Lansia akan divaksin. Namun ada persyaratan khusus. Tapi sebelumnya harus dipastikan Nakes dan petugas pelayanan publik sudah divaksin,” kata Lukman.

Lansia kata dia, termasuk golongan ketiga yang akan divaksin. Untuk divaksin, mereka harus memenuhi syarat. Diantaranya, tidak memiliki penyakit penyerta seperti paru-paru, asma, ginjal dan lainnya. Selain itu, bukan penyintas covid-19 atau belum pernah terpapar.

Mantan Bupati Konawe dua periode ini meminta masyarakat mensukseskan vaksinasi Covid-19. Apalagi ini merupakan langkah mencegah penyebaran virus corona. Di sisi lain, vaksin yang digunakan cukup aman. “Sudah dua kali dilakukan vaksin, namun sejauh ini tak ada masalah. Justru mereka terlihat bugar. Untuk itu mari kita sukseskan vaknsinasi dan jangan takut vaksin karena vaksin sinovac dapat menyehatkan kita semua,” ajaknya.

Dikutip dari JPNN, Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) mencatat kelompok lansia memiliki kasus kematian paling tinggi. Karena itu, izin penggunaan darurat dikeluarkan pada Jumat (5/2), untuk mereka yang berusia 60 tahun ke atas. “Kelompok lansia menduduki porsi relatif tinggi sekitar 47,3 persen,” katanya.

Persetujuan penggunaan darurat vaksin untuk usia 60 tahun ke atas diizinkan dengan dua dosis. Jarak waktu antardosis, yakni 28 hari. “Peningkatan kadar antibodi yang baik yaitu setelah 28 hari pemberian dosis kedua adalah 97,96 persen. Jadi setelah 28 hari pemberian dosis kedua titer antibodi masih tinggi di 97,96 persen,” kata dia.

Adapun alasan penggunaan vaksin untuk Lansia kata dia, melihat dari data uji klinis fase pertama dan kedua di China, lalu fase ketiga di Brazil. Untuk uji klinis fase pertama dan kedua di China dilakukan ke 400 orang lansia. Menurutnya, hasil yang diperoleh menunjukkan angka yang baik, yaitu kadar antibodi 97,96 persen 28 hari setelah pemberian dosis kedua.

Uji klinis fase ketiga di Brazil dilakukan terhadap 600 orang lansia drngan hasil aman dan tanpa ada dampak serius. Efek samping yang muncul umumnya ringan, yaitu sakit kepala, mual, nyeri, demam, dan bengkak. “Dengan data yang dapat ditoleransi dengan baik dan tidak ada efek samping yang serius,” jelasnya. (b/jpnn/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy