RDP Tambang, Syahbandar Mangkir – Kendari Pos
Kolaka Utara

RDP Tambang, Syahbandar Mangkir

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas pengangkutan ore nikel asal Kolaka Utara (Kolut) tetap berjalan karena rekomendasi pihak Syahbandar Kolaka, meski diduga tak memiliki izin lengkap. Hal tersebut membuat Kepala Syahbandar Kolaka, Hasfar, mendapat sorotan. Pimpinan otoritas kepelabuhanan tersebut juga kerap absen saat diundang pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolut dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP).
Ketua Komisi III DPRD Kolut, Muh Zafaat Nur, mengaku, sudah dua kali Hasfar mangkir dari undangan RDP. “Tidak hadir lagi dan diwakili. RDP ditunda hingga Kamis pekan ini,” ungkapnya, Selasa (2/2). Setiap kali digelar RDP, Hasfar hanya mengutus perwakilannya namun dianggap tidak banyak memberi keterangan jelas. Beberapa sorotan dari aktivitas pertambangan tersebut adalah terkait bongkar muat ore di jetty PT Kasmar Tiar Raya (KTR) yang berlokasi di desa Latowu Kecamatan Batu Putih.
Perusahaan tersebut dinilai lakukan aktivitas ilegal berdasarkan keterangan Kabid Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPM-PTSP Kolut, Taufiq. “Kami sudah menyurat ke Polres agar ditertibkan (PT. Kasmar),” kata Taufiq sebelumnya.
Di lapangan, terpantau lima unit tongkang sedang berlabuh di jetty yang dua diantaranya lakukan pemuatan ore. Selain izin jetty tidak lengkap, salah satu tongkang yang ada diduga menggunakan dokumen PT Lawaki yang IUP-nya berada di desa lain pada wilayah Kecamatan Tolala.
PT KMR dianggap beritikad baik untuk melakukan pengurusan dokumen dan tetap beraktivitas. Delapan unit dump truck, satu eksavator dan sebuah tongkang miliknya disegel jajaran Polres Kolut sejak 21 Januari lalu. Tumpukan ore di perusahaan itu dinilai ilegal karena berasal dari aktivitas penambang yang tidak memiliki izin. Begitu juga keberadaan PT Citra Silika Mallawa (CSM) di Lasusua. Selain izin jetty tidak lengkap, perusahaan ini juga kerap menuai sorotan dari DLH Kolut terkait izin lingkungan. Meski diduga ilegal, delapan tongkang PT CSM saat ini terpantau sedang lakukan pengisian material.
Sebelumnya, Syahbdar Kolaka, Hasfar, telah menyampaikan, ada sembilan jetty di Kolut dan tidak satupun memiliki dokumen lengkap, termasuk izin lingkungan. Hasfar beralasan, mengeluarkan izin surat persetujuan berlayar (SPB) dan surat perintah olah gerak (SPOG) berdasarkan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi serta kebijakan dari Pemerintah Pusat selama proses pengajuan izin belum tuntas. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy