PT SSE Diduga Beroperasi Ilegal – Kendari Pos
Kolaka Utara

PT SSE Diduga Beroperasi Ilegal

KENDARINEWS.COM — Perseroan Terbatas (PT) Sumber Sarana Emas (SSE) yang bergerak pada bidang pertambangan galian C di Desa Lawadia, Kecamatan Tiwu, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) dituding beroperasi tanpa memiliki kelengkapan izin. Perusahaan ini telah melakukan produksi dengan memenuhi sejumlah permintaan pengerjaan proyek yang ada di Bumi Patowonua saat ini. Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kolut, Taufik, mengaku baru mengetahui keberadaan perusahaan tersebut. Alasannya, tidak ada satu pun laporan atau penyampaian ke pihaknya. “Nanti kami akan Sidak ke lokasi. Saya baru tahu juga. Perusahaan tidak pernah melapor termasuk terkait pengurusan izin perusahaannya tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Apa yang dikatakan Taufik memang benar. Peninjauan nama PT Sumber Sarana Emas Abadi pada aplikasi Online Single Submission (OSS) DPMPTS Kolut, tidak ditemukan sama sekali. Padahal, perusahaan tersebut diketahui telah beroperasi sejak 2020 lalu. “Semua izin yang dibutuhkan pemohon sesuai PP nomor 24 seharusnya ia input sendiri di OSS dan membawa ke kantor sebagai pemenuhan persyaratan untuk mengaktifkan izinnya. Tidak pernah juga datang ke kantor,” ungkapnya.

Selain persoalan legalitas yang tidak jelas, PT. Sumber Sarana Emas Abadi saat ini juga tersandung kasus kematian salah satu karyawannya yang diduga tersetrum aliran listrik dari mesin cruiser perusahaan. Kasus ini baru mencuat dan terkesan ditutup-tutupi karena diduga pekerjanya yang korban itu masih dibawah umur.
Untuk memastikan hal tersebut, Kapolsek Kodeoha, Iptu Sakti Tangke, membenarkan kematian karyawan berinisial SS tersebut. Pihaknya belum bisa memastikan apakah almarhum masih dibawah umur atau tidak. “SS warga Sulsel dan telah dikembalikan ke kampung halaman untuk dimakamkan,” bebernya.

Jajaran Polsek Kodeoha saat ini juga sementara melakukan penyelidikan kematian termasuk meminta data identitas SS yang belum dikantongi. Adapun soal legalitas perusahaan, Kapolsek tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh menyangkut perusahaan yang beroperasi di wilayah kerjanya tersebut. “Kalau itu (legalitas) baiknya dikonfirmasi ke dinas terkait lebih pastinya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, PT. Sumber Sarana Mas Abadi sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Kolut pada tahun 2020 lalu atas dugaan menambang secara ilegal. Perusahaan itu melayani penyediaan material Sirtu proyek peningkatan ruas jalan Lahabaru–Toaha.
Material sirtu itu diakui dibeli oleh CV Annur Sejahtera Abadi untuk memenuhi peningkatan jalan sepanjang kurang lebih 4,4 kilometer yang membentang dari Kecamatan Watunohu hingga ke Pakue. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy