PBM di Wakatobi Via Daring, Guru Wajib Melapor

KENDARIPOS.CO.ID — Sampai saat ini, proses belajar mengajar (PBM) di Kabupaten Wakatobi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) memang tidak dilakukan secara tatap muka. Meski begitu, para guru pada Satuan Pendidikan tidak bisa bersantai. Pasalnya, selain harus menunaikan kewajiban sebagai tenaga pendidik, para guru mesti melaporkan hasil kegiatan bersama muridnya sebagai acuan pelaksanaan PBM via dalam jaringan (Daring) atau online.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Wakatobi, La Ode Mastu, menjelaskan, sama halnya dengan tahun lalu, laporan pembelajaran dilakukan dengan sistem portofolio. Guru wajib melaporkan aktivitasnya dan saat ini diharuskan mengajar di ruang kelas sekolah masing-masing. “Apalagi guru SD, harus mengajar harus di ruang kelas. Kami harapkan tidak terulang lagi kejadian tahun sebelumnya. Di mana guru mengajar di rumah sehingga proses PBM kurang maksimal,” terangnya.

Laporan pembelajaran juga tentu diimbangi dengan pengawasan di lapangan. Apalagi Dikbud Wakatobi telah menugaskan pengawas pada masing-masing kecamatan untuk memantau kegiatan tiap Satuan Pendidikan. “Kami juga akan menerima laporan dari para pengawas di lapangan. Kita tahu bahwa proses PBM via Daring belum sempurna, tapi diharapkan bisa dimaksimalkan dengan baik oleh guru dan peserta didiknya,” harap Mastu.

Ia juga menegaskan, jika aturan mengajar PBM via daring tak direspon oleh para pendidik, maka harus siap menerima risiko. “Kita harus tegur, setelah itu dilimpahkan ke yang berwenang. Memang sejauh ini belum ada yang berani seperti ini. Karena kami sudah tekankan jangan pernah melakukan hal tak mendasar,” tutupnya. (c/thy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *