Narkoba, Ancaman Bagi Kehidupan, Oleh : Siti Eva Rohana, S.Si – Kendari Pos
Opini

Narkoba, Ancaman Bagi Kehidupan, Oleh : Siti Eva Rohana, S.Si


KENDARIPOS.CO.ID — Narkoba menjadi barang terlarang namun berhasil memikat banyak orang. Banyak upaya telah dilakukan namun justru mengalami peningkatan. Kota Kendari khususnya yang dikenal sebagai sebutan kota bertakwa ini menjadi kota yang tak pernah absen bahkan mengalami peningkatan penggunaan narkoba disetiap tahunnya.

Siti Eva Rohana, S.Si
Pemerhati Masalah Sosial

Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemetaan sepanjang tahun 2020, terdapat 16 kelurahan masuk kategori daerah zona merah bahaya narkoba di Kota Kendari. Anehnya hasil pemetaan Daerah Rawan di Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA) tahun 2020 menunjukan adanya peningkatan. Berbanding terbalik dengan hasil tangkapan dan barang bukti yang mengalami penurunan di tahun yang sama.

Tercatat pada tahun 2018 terdapat 9 (Sembilan) daerah meningkat di tahun 2020 menjadi 16 (enam belas) daerah rawan narkoba di Sultra. Hal tersebut tentu menjadi misteri yang perlu dipecahkan karena seharusnya bertambahnya wilayah penyebaran narkoba berbanding lurus dengan bertambahnya hasil tangkap dan barang buktinya.

Penyebaran narkoba yang terus meningkat perlu menjadi perhatian bersama. Banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah namun keberadannya justru semakin mengancam dan berbahaya. Dikutip dari bnn.go.id ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

Dehidrasi
Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi
Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

Menurunnya Tingkat Kesadaran
Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

Kematian
Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya.

Gangguan Kualitas Hidup
Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.

Kapitalisme Biang Lahirnya Pengedar Narkoba
“Mati satu tumbuh seribu” demikianlah kondisi pelaku peredar narkoba di Negeri ini. Hukuman yang diberlakukan tidak membuat para pelaku jera namun justru membuatnya semakin tidak terkendali. Pencarian dan penangkapan serta berlakunya hukuman mati hanya dilakukan bagi para pengedar kelas teri, sedangkan gembong pemilik bisnisnya tidak pernah terungkap sehingga luput dari sentuhan hukum. Inilah yang membuat penyebaran narkoba sulit dikendalikan .

Hal tersebut wajar terjadi karena sistem Kapitalisme telah menjamin keberlangsungan barang dagang yang dapat menghasilkan pundi-pundi keuntungan. Bisnis narkoba diakui sangat menggiurkan dan berpeluang mendatangkan limpahan rupiah. Sayang seribu sayang apabila dibuang, tak kenal halal dan haram apalagi soal iman karena sekulerisme yang serba memisahkan agama dari kehidupan membuat Islam hanya sekedar keyakinan, namun kosong dari pengamalan berupa keterikatan pada hukum syariat

Cara Islam Atasi Penyebaran Narkoba
Jika bermimpi mendapatkan ketegasan hukum didalam sistem Kapitalisme, maka akan menjadi nyata didalam sistem Islam. sebab Islam tegas telah mengharamkan narkoba dan tentu akan menghapuskan penyebarannya ditengah masyarakat. Berikut cara Islam menetapkan beberapa hukum dalam mengatasi penyebaran narkoba, diantaranya: (1) Islam mengharamkan barang yang memabukkan ‘khamr’ dan yang melemahkan ‘mufattir’.

Khamr bisa menyebabkan kerusakan fungsi akal. Orang yang sedang mabuk karena pengaruh khamr tidak bisa berpikir dengan benar.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (TQS al-Maidah: 90)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap yang memabukkan itu haram.” (Muttafaqun ‘alaihi). (2) Islam menganjurkan untuk senantiasa menggunakan akal dalam memahami ayat-ayat Allah sehingga mengantarkannya pada keimanan yang kuat. Anjuran tersebut salah satunya tercantum dalam Alquran surah ‘Ali Imran ayat 191: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (TQS. Ali Imran: 191).

Sebaliknya, Islam mencela orang yang berangan-angan kosong. (QS Al Hadid: 14) (3) Islam melarang setiap aktivitas yang menjerumuskan pada kerusakan diri dan jiwa. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahanam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama-lamanya. Barang siapa yang sengaja menenggak racun hingga mati, maka racun itu tetap di tangannya dan dia menenggaknya di dalam neraka Jahanam dalam keadaan kekal selama-lamanya.

Dan barang siapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada di tangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahanam dalam keadaan kekal selama lamanya.” (HR Bukhari No. 5778 dan Muslim No. 109) Demikian juga, Islam melarang mendatangkan bahaya dharar. Dari Ibnu ‘Abbas, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh memberikan dampak bahaya, tidak boleh memberikan dampak bahaya.” (HR Ibnu Majah No. 2340, Ad Daruquthni, Al-Baihaqi 6:69, Al-Hakim 2:66).

(4) Islam menetapkan sanksi tegas terhadap pelanggar hukum yang akan membahayakan akal dan jiwa manusia.
Sanksi (uqubat) bagi mereka yang menggunakan narkoba adalah ta’zir, yaitu sanksi yang jenis dan kadarnya ditentukan Qadhi, misalnya dipenjara, dicambuk, dan sebagainya. Sanksi ta’zir dapat berbeda-beda sesuai tingkat kesalahannya. (Saud Al Utaibi, Al Mausu’ah Al Jina`iyah Al Islamiyah, 1/708-709; Abdurrahman Maliki, Nizhamul Uqubat, 1990, hlm. 81 & 98). Sementara untuk orang yang meminum khamar dikenakan sanksi cambuk.

(5) Islam mewajibkan negara menyelenggarakan pendidikan secara cuma-cuma bagi seluruh warga negara. Melalui pendidikan yang dijamin negara, rakyat mendapatkan pengajaran mana yang baik dan buruk untuk dirinya serta konsekuensinya jika melakukan pelanggaran.
(6) Islam mewajibkan negara menjauhkan barang-barang haram dari tengah masyarakat. Yang diberi sanksi bukan hanya pelaku yang mengonsumsi benda haram tersebut, tapi negara akan menindak penjual/pengedarnya, serta pabrik-pabrik yang memproduksinya
Dari point-point tersebut maka dapat kita yakini bahwa masalah narkoba tidak akan pernah mungkin selesai selama sIstem yang melahirkannya tetap diterapkan. Maka solusi atas persoalan ini mengganti sistem Kapitalisme dengan sistem Islam secara kaffah dalam institusi Khilafah. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy