Literasi Digital dan Transfer Karakter, Oleh : Reni Yunus, S.Si., M.Sc – Kendari Pos
Opini

Literasi Digital dan Transfer Karakter, Oleh : Reni Yunus, S.Si., M.Sc


Reni Yunus, S.Si., M.Sc
Dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medik Poltekkes Kemenkes Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Profesi yang merupakan Garda terdepan dalam proses transfer knowledge ke peserta didik di Perguruan Tinggi adalah profesi dosen. Berbagai teori mengemuka mengenai metode terbaik dalam proses transfer knowledge ini agar pembelajaran dapat berlangsung efektif. Mengutip kalimat dari Ali Bin Abi thalib: Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu”, adalah suatu kalimat sederhana yang dapat dijadikan pijakan mengenai bagaimana cara mendidik generasi sekarang dan generasi mendatang. Menyadari bahwa generasi yang dididik sekarang adalah generasi Z yang sudah terapapar dengan kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat, merupakan suatu langkah awal untuk menyiapkan strategi yang tepat untuk menerapkan pola pembelajaran yang efektif.

Masih dominannya tenaga dosen dari generasi baby boomers dan generasi X yang masih cenderung menerapkan pola-pola lama dalam transfer knowledge merupakan suatu fenomena yang masih ada saat ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa dosen yang masih menerapkan pola-pola lama dalam transfer knowledge, maka akan menemui kesulitan dalam proses pembelajaran, yang berakibat pada tidak tercapainya secara maksimal tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Dan merupakan sebuah hal yang niscaya bahwa seorang dosen yang open minded terhadap perubahan, mengupgrade dirinya untuk menguasai teknologi informasi yang include didalamnya literasi digital , maka merekalah yang dapat beradaptasi dengan keadaan zaman. Mereka akan bertahan dengan sekeras apapun tantangan di era informasi, dan bahkan dapat menjadi seorang dosen berkualitas yang menghasilkan anak didik dengan kualitas yang baik pula.

Penggunaan media dan teknologi menjadi kebutuhan dasar dalam pembelajaran di era revolusi industri 4,0 , terlebih di tengah pandemi Covid 19 saat ini, dimana pembelajaran lebih banyak dilakukan secara daring (online). Setelah kebijakan pemerintah mengenai pembelajaran dari rumah diterapkan sejak munculnya kasus pandemi covid 19 di awal tahun 2020, serta kebijakan pemerintah untuk tetap memperpanjang pembelajaran daring di awal tahun 2021, maka praktis bahwa pembelajaran berbasis online menjadi suatu keniscayaan.

Dalam proses pembelajaran, media pembelajaran menjadi salah unsur penunjang yang sangat penting. Media merupakan sarana penyampai pesan dari pendidik ke anak didiknya dengan tujuan transfer knowledge. Dengan menggunakan media teknologi dapat memudahkan pendidik dalam mengajar dan mengajak partisipasi siswa untuk terlibat dalam kegiatan belajar mengajar. Keberhasilan transfer knowledge ini amat tergantung dari adanya minat anak didik terhadap proses belajar mengajar yang dilaksanakan. Dan minat belajar tersebut tergantung dari cara atau metode yang digunakan oleh pendidik.

Media pembelajaran yang berwujud literasi digital adalah hal yang penting disiapkan sebaik mungkin. Setidaknya ada 4 hal yang perlu dimiliki oleh pendidik maupun peserta didik sehingga dikatakan berliterasi digital antara lain: Internet searching, Pandu arah Hypertext, evaluasi konten informasi dan penyusunan pengetahuan (Knowledge assembly). Ketika dahulu literasi berbasis text book, maka perubahan era digital sekarang menuntut seorang pendidik untuk menguasai teknologi informasi.

Bentuk buku dan modul dalam bentuk text book bergeser menjadi bentuk digital berwujud e-modul, e-book,dan buku yang diwebsitekan. Seorang pendidik perlu menyediakan buku dalam bentuk digital seinformatif mungkin agar timbul minat yang tinggi dari peserta didik. Materi pembelajaran dapat ditransfer dengan tatap muka secara synchronous melalui video conference ,dan secara asinchronous melalui Video pembelajaran berbasis website, dan video pembelajaran menggunakan aplikasi yang tersedia seperti Youtube.

Pendidik perlu mengupgrade dirinya dengan berbagai strategi agar pembelajaran dapat berlangsung efektif. Kompetensi berbasis intenet of thing sebagai basic skill diterapkan dalam bentuk pemberlakukan pembelajaran secara elektronik atau e-learning, pendidikan jarak jauh, dan perpustakaan digital. Di sisi lain , pendidik jangan mengesampingkan adaya trasfer karakter selama proses pembelajaran berlangsung. Karakter pendidik yag terlihat oleh peserta didik saat mengajar seperti tanggung jawab, kedisiplinan, dedikasi, integritas , adaah suatu value yang dapat diteladani oleh peserta didik. Disamping kemampuan dosen dalam menguasai literasi digital, seorang dosen juga hendaknya mengembangkan kompetensi kepemimpinan, kompetensi komunikasi, dan kompetensi kemampuan berkolaborasi.

Bagaimana seorang pendidik memulai langkah-langkah untuk memiliki kompetensi yang kompleks tersebut?. Diperlukan self motivation yang muncul dari niat yang kuat , bahwa pendidik adalah suatu profesi yang yang mulia, mengajarkan pengetahuan kepada orang lain, sehingga bermanfaat bagi mereka. Dikutip dari sebuah Hadist “Dan jika berkat pengajaranmu Allah SWT memberi petunjuk kepada seseorang, maka bagimu itu lebih baik dari pada dunia dan seisinya”.

Demikian juga terdapat hadist yang lain “ Barangsiapa menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya (HR.Muslim). Hal kedua adalah selalu berinteraksi dengan kelompok dosen yang produktif dan berprestasi. Sebuah ungkapan menyebutkan bahwa jika anda berteman dengan dengan 5 orang produktif maka anda akan menjadi orang yang keenam yang produktif. Hal ketiga yang perlu dibangun seorang dosen adalah membangun komitmen untuk berkolaborasi dengan dosen lain, semisal dalam penelitian dan projek pembelajaran yang lain.

Langkah terakhir yang harus disiapkan seorang dosen adalah konsistensi untuk selalu memiliki energi lebih menjadi dosen produktif, inovatif, dan solutif. Seorang praktisi pendidikan di eropa mengungkapkan bahwa kecerdasan tertinggi dari seseorang adalah konsistensi dari sebuah sikap positif. Hal ini akan berdampak pada tingginya komitmen untuk memberikan yang terbaik dalam pembelajaran agar peserta didik berhasil dengan kompetensi yang mumpuni dan memiliki karakter positif. Dengan kata lain, bahwa seorang dosen merupakan agent utama dalam transfer pengetahuan dan karakter, yang karenanya dapat memberi manfaat lebih besar dimasyarakat. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy