Konsel Bakal di Pimpin PJ Bupati – Kendari Pos
Konawe Selatan

Konsel Bakal di Pimpin PJ Bupati


KENDARIPOS.CO.ID — Sengketa PHP Pilkada Konawe Selatan (Konsel) masih bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK). Surunuddin Dangga sebagai peraih suara terbanyak belum dapat ditetapkan sebagai Bupati Konsel terpilih. Akhir Masa Jabatan (AMJ) Surunuddin sebagai Bupati Konsel periode 2016-2021 akan 23 Februari 2021.

Setelah Surunuddin Dangga turun takhta, tak boleh ada kekosongan pemerintahan di Kabupaten Konsel. Pemprov Sultra mendapat instruksi Kemendagri untuk mengusulkan Penjabat (Pj) Bupati selaku nakhoda Pemkab Konsel.

Plt. Kepala Biro Pemerintahan Setda Sultra, Basiran mengatakan, Gubernur Sultra telah menandatangani surat usulan Pj Bupati Konsel kepada Mendagri untuk mendapatkan surat keputusan (SK) Mendagri tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Konsel sampai dilantiknya Bupati Konsel definitif hasil Pilkada.

“Kita berharap pelantikan Penjabat (Pj) Bupati Konsel bisa bersamaan dengan pelantikan ketiga Bupati dan Wakil Bupati Konkep, Butur dan Koltim. Sebab, akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Konsel periode 2016-2021 pada 23 Februari 2021,”kata Basiran kepada Kendari Pos, Jumat (19/2) kemarin.

Lalu mengapa Kabupaten Konsel dipimpin Penjabat Bupati sedangkan Kabupaten Koltim, Konkep dan Butur yang dinakhodai Pelaksana Harian (Plh) Bupati ? “Sengketa PHP kepala daerah Konsel masih berjalan di MK sehingga yang menjalankan roda pemerintahan adalah Pj. Bupati. Sedangkan tiga daerah lainnya sudah ada putusan MK. Gugatan pemohon ditolak. Usulan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati di tiga daerah sedang berproses. Sementara Konsel belum ada sama sekali, sehingga memang yang menjabat harus PJ. Sebab kalau Plh itu jika proses pelantikan kepala daerahnya kurang dari 1 bulan. Tapi Konsel kemungkinan akan lebih dari itu, “jelas Basiran.

Asisten I Setda Sultra itu menambahkan, mekanisme pengangkatan Pj Bupati, gubernur bakal mengusulkan tiga nama pejabat eselon II lingkup Pemprov Sultra. Mereka yang dipilih tentunya yang kompeten. Usulan gubernur dikirim ke Mendagri. “Lalu Mendagri yang akan memilih satu orang untuk ditetapkan dalam SK Mendagri. Setelah ditetapkan melalui SK Mendagri, maka gubernur dapat melantik Pj Bupati sebagaimana bupati definitif,” pungkas Basiran.

Sementara itu, Bupati Konsel H Surunuddin Dangga mengungkapkan, dipenghujung masa kepemimpinan periode pertama, dirinya telah memerintahkan badan Inspektorat Kabupaten Konsel bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Konsel untuk mengevaluasi sejumlah prorgam yang telah dicanangkan. Khususnya yang termaktub dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2016-2021. “Hasil evaluasi program yang belum tercapai di periode pertama, maka kita berkomitmen untuk tetap dilanjutkan di periode kedua,” ujarnya kepada Kendari Pos.

Bupati yang sebentar lagi breakhir masa jabatannya ini, menambahkan setelah memenangkan Pilkada di periode kedua, kendatipun masih berproses di Mahkamah Konstitusi (MK), dia berjanji tetap akan melanjutkan program pembangunan perdesaan, sebagaimana taglinenya Desa Maju Konsel Hebat.

“Karena masih saya yang terpilih maka program desa maju tetap berjalan. Kalau masa jabatan periode pertama kita baru wujudkan 50 desa maju, namun di periode kedua kita target 150 desa,” tambah Surunuddin Dangga.

Terpisah, pengamat Politik Sultra, Dr. Najib Husain mengatakan, kewenangan Penjabat (Pj) Bupati mesti menjaga kestabilan pemerintahan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Memastikan tetap berjalan dengan baik diberbagai sektor. Karenanya, Gubernur Sultra mesti menunjuk Pj Bupati yang punya kapabilitas, mengetahui keadaan daerah Konsel secara holistik.

“Pj yang ditunjuk harus memiliki pengetahuan mumpuni tentang pemerintah Konsel. Itu sebagai amunisi menjabat dan sistem pemerintahan bisa berjalan dengan baik sebagaimana mestinya,” kata Dr. Najib Husain kepada Kendari Pos, Jumat (19/2).

Metode pemerintahan yang bisa dijalankan Pj Bupati, kata dia, yaitu melanjutkan program-progam bupati sebelumnya. Selain itu, yang tak kalah pentingnya, menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat. “Mengupayakan persatuan harmonis diantara tiga kubu yang saling bersilangan saat Pilkada serentak 2020. Ini tugas penting, agar persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat bisa tercipta. Melalui keaadaan tersebut akan memacu pembangunan daerah,” tandas dosen Fisip Universitas Halu Oleo itu.
(rah/ali/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy