Jumlah Nelayan di Wakatobi Capai 6.415 Orang

KENDARINEWS.COM — Sebagai wilayah maritim, Kabupaten Wakatobi dianugerahi kawasan kurang lebih 1,39 juta hektare. Memiliki wilayah 97 persen laut dan hanya 3 persen saja wilayah daratnya. Tak heran, dari banyaknya penduduk, masyarakat berprofesi nelayan sangat mendominasi. Berdasarkan data statistik perikanan tahun 2020, jumlah nelayan di Wakatobi sebanyak 6.415 orang. Data tersebut dibeberkan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Wakatobi, La Jumadin. Dari ribuan nelayan tersebut, data tersebut juga mencatat armadanya berjumlah 6.596 unit, baik skala besar maupun kecil.

“Dari total tersebut, sebanyak 97 persen adalah armada nelayan skala kecil. Aktif melakukan penangkapan ikan di wilayah 714,” ungkapnya, kemarin. Hal ini merupakan potensi yang telah memberikan kontribusi besar pada masyarakat. Kontribusi nelayan juga sebagai suplai pangan hewani terutama produk perikanan baik tujuan pasar lokal, regional bahkan internasional.

“Sehingga penting bagi kita semua stakeholder terkait dengan perikanan untuk memberikan jaminan perlindungan aspek legalitas, keselamatan dan keamanan bagi nelayan kecil kita,” jelasnya. Agar dalam melakukan penangkapan ikan, ribuan nelayan ini bisa terlindungi dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indeonsia. Diharapkan juga para nelayan bisa mengurus dokumen-dokumen penting tersebut demi keamanan dan keselamatan. “Sehingga tercapai kesejahteraan para nelayan,” pungkas La Jumadin. (c/thy)

Jumlah Nelayan di Wakatobi Capai 6.415 Orang

KENDARINEWS.COM — Sebagai wilayah maritim, Kabupaten Wakatobi dianugerahi kawasan kurang lebih 1,39 juta hektare. Memiliki wilayah 97 persen laut dan hanya 3 persen saja wilayah daratnya. Tak heran, dari banyaknya penduduk, masyarakat berprofesi nelayan sangat mendominasi. Berdasarkan data statistik perikanan tahun 2020, jumlah nelayan di Wakatobi sebanyak 6.415 orang. Data tersebut dibeberkan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Wakatobi, La Jumadin. Dari ribuan nelayan tersebut, data tersebut juga mencatat armadanya berjumlah 6.596 unit, baik skala besar maupun kecil.

“Dari total tersebut, sebanyak 97 persen adalah armada nelayan skala kecil. Aktif melakukan penangkapan ikan di wilayah 714,” ungkapnya, kemarin. Hal ini merupakan potensi yang telah memberikan kontribusi besar pada masyarakat. Kontribusi nelayan juga sebagai suplai pangan hewani terutama produk perikanan baik tujuan pasar lokal, regional bahkan internasional.

“Sehingga penting bagi kita semua stakeholder terkait dengan perikanan untuk memberikan jaminan perlindungan aspek legalitas, keselamatan dan keamanan bagi nelayan kecil kita,” jelasnya. Agar dalam melakukan penangkapan ikan, ribuan nelayan ini bisa terlindungi dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indeonsia. Diharapkan juga para nelayan bisa mengurus dokumen-dokumen penting tersebut demi keamanan dan keselamatan. “Sehingga tercapai kesejahteraan para nelayan,” pungkas La Jumadin. (c/thy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *