HPT Mengandung Nikel, Dua Kelompok di Kolut Saling Klaim – Kendari Pos
Kolaka Utara

HPT Mengandung Nikel, Dua Kelompok di Kolut Saling Klaim

KENDARIPOS.CO.ID — Dua kelompok masyarakat di Kolaka Utara (Kolut) saling klaim kepemilikan lahan seluas 60 hektare yang justru berstatus hutan produksi terbatas (HPT) di kawasan Labuandala, Desa Pitulua, Kecamatan Lasusua. Perebutan itu ditengarai karena adanya kandungan ore nikel pada sisi selatan kawasan Desa Pitulua tersebut. Hamka, salah satu warga yang mendiami hamparan tanah di sana mengaku, sekelompok masyarakat di Desa Pitulua beramai-ramai datang mengklaim di lahan mereka. “60 hektare ini kami kelola sejak lama dan banyak yang punya. Setiap orang masing-masing 2 hektare termasuk saya,” klaimnya, akhir pekan lalu.

Hamka mengaku jika pihaknya telah mengantongi bukti surat keterangan tanah (SKT) yang dikeluarkan 12 Desember 2017. Lembaran itu ditandatangani Kepala Desa Pitulua, Akbar Hamzah. “Tanah itu sudah kami olah sejak 1999 untuk berkebun. Ada penghasut karena lahan itu ada nikelnya dan dekat pelabuhan (Jetty),” bebernya.

Sementara itu versi sekelompok warga Pitulua sendiri mengaku berhak atas klaim kepemilikan lahan di kawasan HPT. Menurut mereka, HPT itu telah berstatus hutan sosial saat ini. Klaim Hamka CS tidak diakui dan dikemukakan tidak pernah mendapat izin dari Pemdes Pitulua. Saling klaim lahan di wilayah antara Desa Putulua-Sulaho dikarenakan tanah wilayah setempat terdapat kandungan ore nikel. Telah ada perusahaan tambang yang diam-diam membuka jalur kendaraan di HPT tersebut. Di zona itu juga telah terdapat jetty yang sebagaimana juga dikemukakan Hamka.

Sesuai surat keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tertanggal 23 November 2018, kawasan tersebut masih berstatus HPT. Selain itu, dari pemetaan peta kawasan setempat masih terdapat dua lokasi berbeda yang statusnya masih hijau atau zona hutan lindung (HL). Adanya pembuatan jalur pengangkutan dan jetty di wilayah HPT tersebut diperkirakan akan ramai perusahaan tambang melakukan penyerobotan lahan. Begitu juga dua titik kawasan yang masih berstatus HL, terancam hilang.

Untuk diketahui, Kedua kelompok masyarakat tersebut bersitegang dan terlibat cekcok dalam mediasi di aula Kantor Desa Pitulua Kecamatan Lasusua Mereka kemudian menyepakati bersama-sama ke Labuandala untuk meninjau koordinat atas klaim kepemilikan masing-masing dan akan menggelar pertemuan kembali. (c/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy