Hari Peduli Sampah Nasional “Upycling at Home is Fun”, Oleh : Satya Darmayani, S.Si.,M.Eng – Kendari Pos
Opini

Hari Peduli Sampah Nasional “Upycling at Home is Fun”, Oleh : Satya Darmayani, S.Si.,M.Eng


KENDARIPOS.CO.ID — Sampah rumah tangga dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis sampah salah satunya adalah sampah anorganik. Sampah anorganik adalah sampah yang sulit diurai seperti sampah kaleng, plastik, kaca, dan lain-lain. Menerapkan sistem 6R (Reuse, Reduce, Recycle, Repair, Refuse, Rethink) dalam kegiatan sehari-hari akan sangat membantu menjaga lingkungan.

Satya Darmayani, S.Si.,M.Eng, (Dosen Tetap di Institusi Poltekkes Kemenkes Kendari, Jurusan Teknologi Laboratorium Medis)

Dalam upaya mendukung pemerintah untuk mencapai tujuan dari Hari Peduli Sampah Nasional 2021 kita bisa memulai dengan melakukan upcling dari rumah, terlebih dimasa pandemi ini kita lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, maka melakukan upcling bersama anggota keluarga lainnya akan menjadi aktivitas yang seru dan menghasilkan produk yang berguna serta yang paling utama tentu mengurangi beban sampah anorganik kelingkungan.

Kita mungkin sudah familiar dengan istilah recycle. Tetapi belum tentu pernah mendengar sebutan upcycle. Sepintas terlihat serupa, sama-sama kegiatan mendaur ulang barang tidak terpakai. Namun sesungguhnya keduanya memiliki alur berbeda. Dalam recycle material sampah seperti kertas, plastik kaca atau kaleng harus mengalami perubahan bentuk.

Kertas harus dihancurkan, dilelehkan menjadi bubur kertas, dikeringkan baru bisa digunakan. Plastik dan kaca lebih sulit lagi, karena harus dikirim ke pabrik atau dibawa ke tempat pengolahan sampah untuk dihancurkan dan dilebur menjadi bahan baku untuk barang siap pakai.

Upcycle lebih simpel dari Recycle. Upcycle, adalah proses daur ulang barang yang sudah tidak terpakai menjadi susatu yang lebih bermanfaat dan bernilai dan biasanya memiliki tampilan yang lebih bagus dari awalnya. Proses upcycle tidak melibatkan penghancuran sampah, melainkan menggunakannya untuk fungsi yang lain, atau bisa jadi sama.

Upcycling identik dengan daur ulang barang anorganik seperti botol plastik dan kaca, kaleng, kardus, kain, ban, minuman kemasan kotak, bungkus deterjen, atau bungkus lain, dan lebih mengutamakan kreativitas pendaur ulang dengan tujuan untuk memperpanjang usia sampah lalu diubah formatnya agar tidak dibuang kelingkungan.

Sebagai contoh botol plastik minuman sekali pakai bisa di jadikan tempat pensil dengan dipiloks dan dimodifikasi bentuknya agar terlihat lucu, ketimbang dibakar akan menghasilkan Carbon Monoksida (CO) yang mencemari udara. Botol plastik ini juga masih bisa dijadikan wadah tanaman gantung, pot bunga, celengan anak, ataupun jenis mainan edukatif anak lainnya.

Atau dengan memanfaatkan kaleng bekas minuman bersoda untuk menjadi tatakan lampu taman atau lampu gantung hanya dengan bermodalkan pisau kater, kaleng tinggal disayat pada bagian tengah lalu pada bagian atas diberi tali penggantung untuk wadah lilin atau lampu hias. Sampah jenis kaleng, besi dan kaca merupakan material yang paling baik untuk proses upcycle karena material sampah ini tidak akan mengalami penurunan kualitas meski digunakan hingga puluhan tahun. Inilah upcycling dengan pelakunya disebut sebagai upcycler. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy