Gelapnya Bayangan Pengangguran dan Kemiskinan Indonesia, Oleh : Zulfadilah Zur, SST – Kendari Pos
Opini

Gelapnya Bayangan Pengangguran dan Kemiskinan Indonesia, Oleh : Zulfadilah Zur, SST


KENDARIPOS.CO.ID — Pengangguran merupakan salah satu masalah serius yang belum dapat dituntaskan oleh Pemerintah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan investasi dari dalam dan luar negeri, memberikan pelatihan kerja melalui balai pelatihan kerja daerah, bantuan usaha UMKM, program pra kerja dan masih banyak lagi.

Zulfadilah Zur, SST
Statistisi di Badan Pusat Statistik Kabupaten Konawe

Berbagai program tersebut telah membuahkan hasil. Namun adanya pandemi covid19 yang belum terlihat ujung akhirnya semakin memperparah kondisi pengangguran Indonesia. Berdasarkan data rilis BPS, terdapat 2,56 juta penduduk yang menjadi pengangguran pada Agustus 2020. Tingkat pengangguran ini mengalami kenaikan sebesar 5,23 persen dibandingkan Agustus 2019. Terdapat penambahan angka pengangguran yang makin memperburuk kondisi kesejahteraan rakyat di bumi nusantara.

Pengangguran Terdidik

Pengangguran ini tidak terlepas dari semakin banyaknya lulusan sekolah maupun perguruan tinggi yang tidak dapat diserap oleh lapangan kerja. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2020, sebanyak 51,08 persen pengangguran berasal dari lulusan SMA atau sederajat dan 13,17 persen pengangguran dari lulusan diploma ke atas.

Fenomena pengangguran terdidik menjadi bukti nyata bahwa di dunia kerja tidak sepenuhnya sejalan dengan tingkat pendidikan seseorang namun lebih didukung oleh pemanfaatan kesempatan dan skill yang dimiliki. Pemerintah harus memberikan pedoman baru dalam kurikulum yang selama ini diterima dalam pendidikan formal.

Peningkatan keterampilan kerja sudah harus dimulai pada jenjang pendidikan SMA/MAN tidak hanya melalui kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengembangan dunia usaha dengan berbagai program suntikan dana dan keringanan bunga pinjaman menjadi bantuan yang berharga bagi pelaku usaha tingkat mikro kecil hingga skala besar.

Berdasarkan kelompok umur, penduduk usia muda (15-24 tahun) menyumbang 44,85 persen terhadap total pengangguran Indonesia. Sungguh ironis, kaum pemuda mendominasi pengangguran Indonesia. Adanya bonus demografi Indonesia harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjadi angkatan kerja baru bukan malah menciptakan pengangguran baru.

Makin gelapnya pengangguran Indonesia menjadi cerminan masa depan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesempatan kerja lebih banyak lagi. Salah satu alasan logis pemerintah meningkatkan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke berbagai negara karena tidak terserapnya seluruh angkatan kerja di dalam negeri.

Generasi Z

Berdasarkan hasil SP2020, populasi Indonesia didominasi oleh Generasi Z usia 8-23 tahun sebanyak 27.94 persen dan Generasi Milenial (24-39 tahun) sebanyak 25.87 persen. Beberapa tahun lagi, Generasi Z ini akan menjadi kelompok usia produktif yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia selanjutnya.

Pemerintah harus memanfaatkan momen ini untuk penciptaan skill pada generasi Z mulai dari sekarang. Hal ini dapat dilakukan dengan peningkatan dana alokasi dunia pendidikan di berbagai wilayah Indonesia melalui peningkatan dana BOS dan beasiswa pelajar. Selain itu, adanya pandemi covid19 menyebabkan banyaknya peserta didik yang tidak mendapatkan pendidikan dan penyerapan ilmu yang optimal seperti sebelumnya.

Peningkatan akses infrastruktur seperti jaringan telekomunikasi di daerah kepulauan maupun daerah akses darat yang jauh harus segera direalisasikan seluruhnya. Kesejahteraan tenaga pendidikan dan administrasi sekolah juga harus diperhatikan lagi oleh pemerintah terutama tenaga honorer. Dengan demikian, akses pendidikan, fasilitas infrastruktur dan kesejahteraan tenaga kependidikan harus mendapatkan perhatian khusus bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Kemiskinan Nasional

Meningkatnya pengangguran akan menutup pintu kesejahteraan masyarakat dalam hal ini adalah turunnya kemampuan daya beli masyarakat. Faktor inilah yang menjadi salah satu pendorong peningkatan kemiskinan Indonesia. Pada September 2020, penduduk miskin mengalami peningkatan sebesar 2,76 juta orang jika dibandingkan September 2019.

Jika ditinjau berdasarkan daerahnya, tingkat kemiskinan di daerah perkotaan naik sebesar 1.32 poin dan perdesaan naik sebesar 0.60 poin. Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi covid19 menyebabkan berbagai rantai penghasilan masyarakat terputus. Makin gelapnya bayangan kemiskinan dan pengangguran Indonesia harus adanya penerang dalam membangkitkan kembali perekonomian masyarakat.

Menuntaskan kemiskinan dan pengangguran menjadi polemik yang belum terselesaikan sampai saat ini. Saat ini pemerintah menargetkan investasi sebesar Rp 900 triliun di tahun 2021. Pembentukan Indonesia Investment Authority menjadi instrument lanjutan dalam mendukung pemulihan ekonomi di tahun 2021.

Harapannya dapat menggaet berbagai investor asing maupun lokal untuk meningkatkan taraf perekonomian serta pembangunan saat ini. Selain itu pemerintah juga akan tetap memberikan berbagai insentif terhadap pengembangan usaha. Melalui perputaran uang yang cepat diharapkan mampu menyeimbangkan antara penerimaan pajak dari sektor yang kuat dan pemberian insentif usaha.

Pemerintah sendiri telah menggelontarkan berbagai bantuan sosial untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat yang terpuruk. Namun kenyataannya bantuan sosial yang diberikan tidak sepenuhnya tersalurkan sesuai target. Beberapa waktu lalu, KPK menemukan korupsi dana bansos yang berantai untuk penanganan covid19.

Pelaku korupsi bukanlah orang sembarangan namun pejabat sekelas menteri. Oleh karena itu, regulasi serta pengawalan terhadap segala jenis dana bantuan sosial juga harus ditingkatkan. Peningkatan ketakwaan dan kesadaran diri serta rasa kemanusiaan dengan sesama harus melekat pada pejabat, pengelola maupun pengurus dana bansos baik dari level pusat, daerah sampai ke elemen masyarakat.

Jabatan adalah Amanah

Perlu disadari oleh khalayak umum bahwa memegang amanah untuk sebuah jabatan tidaklah mudah. Mendahulukan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi menjadi tanggung jawab seluruh pejabat di negeri Indonesia. Ada kalanya terjadi tindak penyelewengan jabatan dan digantikan dengan pejabat baru seperti perputaran roda yang terus berputar dan akan kembali ke tempat semula. Harus ada efek jera terhadap pelaku kasus penyelewengan dana terutama dana yang berkaitan dengan musibah kemanusiaan seperti bantuan sosial.

Hukum harus tetap ditegakkan dan pemerintah tetap berlapang dada menerima kritik bersama dengan masyarakat memulihkan pembangunan nasional. Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran secara nasional di tahun 2021 harus optimis dilakukan. Kesenjangan kemiskinan antar wilayah juga berbeda. Enam wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia, yaitu Provinsi Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Gorontalo dan Aceh.

Tingkat kemiskinan ini dipengaruhi oleh kondisi dan letak geografis daerahnya. Disparitas kemiskinan cukup tinggi antara daerah perkotaan dan perdesaan serta disparitas tinggi antara daerah pegunungan dan pesisir. Ketidakseimbangan struktur perekonomian, disparitas pembangunan wilayah kawasan perkotaan dan pedesaan serta rendahnya kualitas pembangunan manusia dari sisi pendidikan menjadi salah satu penyumbang besar terhadap penyebab kemiskinan di kawasan tersebut.

Pemanfaatan yang optimal terhadap BLT dana desa menjadi salah satu strategis untuk menanggulangi kemiskinan. Sasaran untuk BLT dana desa mencakup keluarga miskin non program keluarga harapan/bantuan pangan non tunai. Berdasarkan Permendes PDTT No. 13/2020 bahwa prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 adalah untuk pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional dan adaptasi kebiasaan baru desa demi mendukung pencapaian 10 SDGs Desa, salah satunya desa tanpa kemiskinan dan desa sehat sejahtera. Penyusunan rencana strategis berkaitan dengan penuntasan kemiskinan harus dilakukan tiap wilayah. Program pemberdayaan masyarakat desa akan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi terutama kawasan Indonesia Timur. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy