FKM UHO Gelar Webinar tentang Pendidikan dan Kesehatan – Kendari Pos
Edukasi

FKM UHO Gelar Webinar tentang Pendidikan dan Kesehatan

Suasana webinar bertema “New Normal dalam Pendidikan dan Kesehatan” yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat UHO, Selasa (23/2). (FKM UHO FOR KENDARI POS)

KENDARIPOS.CO.ID—Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar webinar dengan tema “New Normal dalam Pendidikan dan Kesehatan”. Tema ini diangkat mengingat besarnya dampak pandemi Covid-19 terhadap dua sektor tersebut. Kegiatan ini diikuti 500 peserta dari berbagai latar belakang.

Pada webinar kali ini hadir tiga pembicara yakni Dosen Departemen Gizi FKM Universitas Hasanuddin, Dr. Healthy Hidayanti, S.KM., M.Kes, Dosen Program Studi Pendidikan Matematika UHO, Dr. La Ode Ahmad Jazuli, S.Pd., M.Pd, dan Dosen Kesehatan Reproduksi FKM UHO, Dra. Hj. Sartiah Yusran, M.Pd., Ph.D.

Pembicara pertama yakni Dr. Healthy memaparkan materi tentang permasalahan gizi dan solusinya di masa pandemi. Menurutnya, berbagai perubahan sosial akibat pandemi Covid-19 turut berdampak terhadap masalah gizi masyarakat. Aktivitas yang kini banyak berpusat di rumah menyebabkan perubahan pola hidup masyarakat sehingga berdampak terhadap berat badan.

“Kurangnya olahraga, rasa bosan, cemas, asupan makan meningkat, konsumsi cemilan yang berlebihan, mengakibatkan terjadinya kelebihan berat badan bahkan obesitas terhadap sebagian orang,” ujar Dr. Healthy.

Ia menjelaskan, obesitas sangat berbahaya karena dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes, penyakit kardiovaskular terutama penyakit jantung dan stroke, gangguan muskuloskeletal terutama penyakit degeneratif sendi yang sangat melumpuhkan, kanker, serta risiko meningkatnya penyakit tidak menular. Berdasarkan hasil penelitian, lanjutnya, orang dengan kelebihan berat badan dan obesitas yang dirawat di rumah sakit karena infeksi Covid-19 berisiko mengalami peningkatan komplikasi paru.

“Solusinya adalah gizi seimbang dengan mengonsumsi makanan beragam, biasakan perilaku hidup bersih, lakukan aktivitas fisik, serta mempertahankan dan memantau berat badan normal,” jelasnya.

Pembicara lainnya, Dr. La Ode Ahmad Jazuli membahas tentang alternatif menghidupkan ruang-ruang belajar di masa new normal. Ia mengungkapkan, sebelum adanya pandemi Covid-19, pembelajaran daring dipandang sebagai sebuah keniscayaan dan baru akan diterapkan dalam waktu 10 hingga 20 tahun mendatang.

“Dulu diprediksi pembelajaran maya baru akan dimasuki 10 sampai 20 tahun mendatang. Namun, dengan adanya Covid-19, kita dituntut untuk melaksanakan pembelajaran secara daring,” tuturnya.

Melihat fenomena tersebut, menurutnya, investasi di bidang pendidikan harusnya tidak lagi tentang seberapa banyak dan mewah gedung-gedung kuliah yang didirikan, melainkan bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan dalam kondisi seperti saat ini dan seberapa siap para stakeholder pendidikan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.

Ia juga menyampaikan beberapa tips untuk dosen atau guru dalam mengaktifkan ruang-ruang belajar di masa pandemi. Di antaranya yaitu kembali meninjau peta kompetensi dan membuat capaian mata pelajaran/mata kuliah, memilih teknologi yang sesuai, menerapkan pola pembelajaran flipped classroom, mengasuh aktivitas pembelajaran online secara aktif dan menyenangkan, serta menambahkan lebih banyak prinsip motivasi.

Sementara itu, pembicara ketiga Dra. Hj Sartiah mengungkapkan, masalah tentang kesehatan reproduksi masih kurang mendapat perhatian di Indonesia walaupun isu ini sudah mulai dibicarakan sejak dulu. Kata dia, survei membuktikan bahwa tingginya angka kematian ibu melahirkan dikarenakan kurang terlibatnya suami dalam memperhatikan aktivitas istri pada saat hamil. Terlebih di masa pandemi ini di mana beban istri lebih berat dibandingkan suami karena harus mengerjakan berbagai pekerjaan. Selain itu, pada tahun 2021 diprediksi akan terjadi baby booming di mana angka kelahiran bayi akan meningkat signifikan.

“Sehingga, pendidikan kesehatan reproduksi perlu ditingkatkan untuk solusi jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Dra. Sartiah. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy