Daya Beli Menurun, Picu Peningkatan Angka Kemiskinan – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Daya Beli Menurun, Picu Peningkatan Angka Kemiskinan

KENDARIPOS.CO.ID — Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, angka kemiskinan di Sulawesi Tenggara (Sultra) meningkat. Dari Maret 2020 hingga September 2020, jumlah penduduk miskin bertambah sebanyak 15.500 orang. Sedangkan secara tahunan dari September 2019 hingga September 2020, bertambah sebanyak 17.350 orang. Dibandingkan Maret 2020, angka penduduk miskin pada September 2020 di perdesaan naik 19.210 orang dan di perkotaan turun sebanyak 3.710 orang.

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Halu Oleo (UHO), Dr Syamsir Nur, tingginya angka kemiskinan di daerah perdesaan dibandingkan perkotaan disebabkan jumlah penduduk Sultra lebih dominan bermukim di perdesaan. Karakteristik kemiskinan di Sultra secara spasial lebih banyak di perdesaan.

Petani padi di Kabupaten Konawe Selatan mengolah sawah miliknya. Dalam musim pandemi ini, daya beli menurun sehingga pendapatan petani berkurang. Hal ini menjadi salah satu sebab meningkatnya angka kemiskinan.

“Daerah kabupaten/kota menjadi sentra-sentra yang dihuni oleh penduduk miskin. Pendapatan masyarakat desa jauh lebih rendah dan cenderung tidak pasti sehingga daya beli mereka juga rendah,” ujar Dr Syamsir saat dihubungi.

Lanjut dia, peningkatan jumlah penduduk miskin di perdesaan selama Maret 2020 hingga September 2020 terjadi karena nilai tukar petani (NTP) yang masih rendah ditambah kondisi Covid-19. NTP di daerah perdesaan yang cenderung lebih rendah menunjukkan jumlah uang yang diterima petani dan nelayan tidak mampu memenuhi pengeluarannya.

“Nilai yang diperoleh petani dan nelayan tidak mampu mencukupi pemenuhan kebutuhannya. Salah satunya, terjadi karena bargaining position dalam menentukan harga sangat rendah. Barang kebutuhan mereka juga lebih mahal karena rantai pasok dan infrastruktur yang kurang memadai,” argumennya.

Di samping itu, kata dia, saat kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan pada Maret 2020, pemerintah mulai membatasi bahkan menghentikan sejumlah aktivitas ekonomi. Akibatnya, para pekerja harian yang umumnya ada di kota bermigrasi ke desa.

“Begitu ada pengurangan jumlah karyawan, pekerja-pekerja yang ada di kota kembali ke desa. Migrasi ini salah satunya yang menyebabkan angka kemiskinan di desa meningkat,” terangnya.

Ia menyebut, Sultra menempati urutan ketiga sebagai provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Pualu Sulawesi setelah Gorontalo dan Sulawesi Selatan. Secara nasional, Sultra berada di urutan ke 15. Menurutnya, pemerintah perlu memaksimalkan bantuan sosial dalam program pemulihan ekonomi nasional sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat.

Pemerintah juga harus mendukung produktivitas petani dan nelayan di desa melalui program-program yang benar-benar mereka butuhkan saat ini. “Bantuan subsidi harus tepat sasaran dan dikelola dengan baik. Diharapkan beberapa kegiatan pemerintah lebih fokus pada pemulihan ekonomi. Terutama ketahanan pangan dan pemulihan angka kemiskinan,” pungkasnya. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy