Warga Binaan di LPKA Kendari Didominasi Kasus Pelecehan Seksual – Kendari Pos
Metro Kendari

Warga Binaan di LPKA Kendari Didominasi Kasus Pelecehan Seksual

KENDARIPOS.CO.ID — Pendidikan seks terhadap anak harus ditanamkan sejak dini. Jika tidak, prilaku menyimpang dan seks di kalangan anak-anak akan terus bermuculan. Dari jumlah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kendari, sebagian besar terjerat UU perlindungan anak yang meliputi kasus pelecehan dan persetubuhan sesama anak-anak.

Kepala LPKA Kelas II Kendari, Akbar Amnur mengatakan jumlah anak binaan sebanyak 40 orang. Mereka menjalani penahanan setelah terlibat bermacam-macam kasus tindak pidana. Namun terbesar atau 30 kasus menyangkut tindak pidana pelecehan seksual. Selebihnya, 4 kasus pencurian, 2 kasus pembunuhan serta kasus penganiayaan dan pengeroyokan. “Ini yang harus diketahui publik, terlebih masyarakat Sultra. Fenomena kasus pelecahan atau kasus yang menimbulkan hubungan seks diatara mereka ini sangat rawan. Tentunya kami berpesan kepada masyarakat agar mewaspadai dan mawas diri terhadap gejala sosial ini,” kata Akbar kemarin.

Dari 17 daerah, Kota Kendari dan Baubau tercatat sebagai kasus terbanyak. Namun tak menutup kemungkinan di daerah lain juga sudah banyak. Hanya saja, belum dilaporkan karena menganggap sebuah aib. Padahal bila dibiarkan kasus ini akan nampak seperti fenomena gunung es. Yang tampak sedikit, tetapi sebenarnya sudah banyak terjadi di masyarakat. Angka kasus pelecahan kata dia, trennya baru meningkat selama tahun 2020. “Tiga hingga empat bulan terakhir, angkanya memang meningkat tajam. Sebelumnya, kasus pencurian yang paling tertinggi. Hukuman paling tinggi yakni 4 tahun, ini untuk kasus pembunuhan. Sementara kasus undang-undang perlindungan anak itu 3 setengah tahun,” ucapnya.

Selama masa pembinaan, pihaknya melakukan beragam pendekatan. Pasalnya, kasus yang dialami anak-anak binaan juga beragam. Selain melakukan konseling dengan UHO, LPKA turut menggandeng beberapa stakeholder dan komunitas. Diantaranya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sultra, Dinas Perpustakaan Daerah, Forum Anak Sultra, Genbi, Wahana Indonesia Berkarya, PKBM dan kampus IAIN.
“Dua bulan terakhir, kita sudah buka pelan-pelan pertemuan secara langsung kepada para anak binaan dengan menerapkan protokol kesehatan. Kita berharap di tahun 2021 anak-anak binaan akan konsern pada pendidikan mereka, meskipun dalam binaan LPKA,” pungkasnya. (b/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy