Walikota Kendari : Belajar Tatap Muka Pilihan, Bukan Kewajiban

KENDARINEWS.COM — Setelah melalui berbagai persiapan, proses belajar mengajar (PBM) tatap muka setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kendari resmi dimulai. Untuk tahap awal, hanya tiga sekolah yang mendapat izin. Ketiga sekolah itu yakni SMPN 19, SMPN 21 dan SMPS Frater Kendari. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pembukaan sekolah di masa pandemi ini adalah salah satu upaya pihaknya dalam merespon aspirasi warga yang mengeluhkan PBM secara dari sejak Maret 2019 lalu. “Banyak orang tua yang kesulitan mendidik anak-anaknya belajar dari rumah. Kami juga tidak ingin anak kehilangan kesempatannya untuk menambah wawasannya di usia emasnya. Jadi kami putuskan tiga sekolah yang memenuhi kriterian sebagai pilot project PBM tatap muka tahun ini,” kata Sulkarnain, kemarin.

Dia pun memastikan, tiga sekolah yang dibuka memenuhi syarat PBM tatap muka di masa pandemi seperti tersedianya sarana dan prasarana prokes mulai dari wadah pencuci tangan, handsanitiser, masker, pengaturan jarak tempat duduk siswa, dan unit kesehatan sekolah (UKS). “Semua sudah siap, termasuk kita juga siap melakukan tindakan-tindakan cepat jika ada hal yang tidak kita harapkan terjadi,” ujarnya.
Sulkarnain memastikan, PBM tatap muka di masa pandemi ini adalah sebuah pilihan dan bukan menjadi kewajiban. Para orang tua diberi kebebasan untuk memilih apakah anaknya diizinkan untuk PBM tatap muka disekolah atau tetap memilih belajar di rumah. “Kalau merasa nyaman dengan sistem online yang ada sekarang tetap kami persilahkan, tapi jika merasa sulit untuk mendampingi anaknya dirumah dan merasa yakin dengan sistem yang dibangun disekolah dalam menangani covid-19, itu juga kita persilahkan,” kata Sulkarnain.

Dia pun memastikan, PBM tatap muka dilaksanakan dengsn pengawasan yang ketat, dengan modifikasi sistem belajar yang tepat baik, misalnya dari sisi kapasitas ruang kelas belajar (RKB) dikurangi menjadi setengah atau 50 persen, kemudian jam belajar dibatasi hanya 4 jam, serta proses kedatangan dan kepulangan siswa juga diawasi. “Mudah-mudahan ikhtiar kita ini bisa menjadi jawaban atas permasalahan yang timbul menimpa dunia pendidikan kita. Memang masih belum ideal, tapi mudah-mudahan kita bisa temukan cara yang terbaik dari ini,” kata Sulkarnain.

Ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pembukaan tiga sekolah itu. Jika PBM secara tatap muka berjalan dengan baik, maka dalam waktu dekat pembukaan akan berlanjut di sekolah lainnya, “Kalau ini bisa berjalan dengan baik, tanpa ada masalah yang berarti, maka kesempatan berikutnya mungkin sekitar 2 minggu atau sebulan kita berikan kesempatan kepada sekolah-sekolah yang sudah mengajukan untuk diberikan izin,” kata Sulkarnain.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur mengungkapkan pembukaan tiga sekolah selain karena keluhan para para wali siswa yang kesulitan membimbing anaknya dirumah, juga dikarenakan kondisi sekolah yang memadai untuk menggelar PBM tatap muka. Seperti jumlah siswa yang tidak terlampau banyak serta kondisi (status) wilayah yang dinyatakan aman (zona kuning) atau derah dengan tingkat penularan covid-19 rendah.

“Contohnya SMPN 19 Kendari. Itu jumlah siswanya hanya sekitar 143 orang. Yang terbagi kedalam 8 kelas. Nanti dibagi per shift, per hari, sehingga jumlahnya dalam satu ruangan hanya separuh. Paling banyal 18 siswa dengan kursi yang berjauhan. Insya Allah anak-anak kita bisa aman dan nyaman dalam belajar nanti,” kata Makmur. Kepala SMPN 19 Kendari, Mansur Mokuni mengaku pihaknya siap menggelar PBM secara tatap muka pada 4 Januari mendatang. Pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana protokol covid-19 seperti masker, handsanitiser, tempat cuci tangan dan serta menyusun pengaturan kelas.

“Kami punya aturan PBM tatap muka di masa pandemi ini, seperti mengurangi jam belajar siswa. Kemudian setiap kelas hanya diisi maksimal 18 siswa. Nanti siswa kita bagi shift. Setiap jenjang kelas itu per 2 hari, misalnya kelas VII hari Senin Kamis, kemudian kelas VIII, Selasa Jumat, Kelas XI Rabu Sabtu, atau dalam sepekan 2 kali masuk. Tapi kalau waktu tak kesekolah siswa trtap belajar dirumah. Jadi jadwal belajarnya tetap full 1 minggu,” jelasnya. (b/ags)

PBM Tatap Muka
– Pengawasan Ketat
– Modifikasi Sistem Pembelajaran
– Kapasitas RKB Dibatasi 50 Persen
– Waktu Belajar Hanya 4 Jam
– Evaluasi Rutin PBM Tatap Muka
– Lengkapi Sarana dan Prasarana Prokes

Jadwal Sekolah SMPN 19 Kendari
Kelas VII Senin dan Kamis
Kelas VIII Selasa dan Jumat
Kelas XI Rabu dan Sabtu

Orang Tua Diberi Kebebasan Daring atau Tatap Muka
Jika Menolak, Siswa Tatap Belajar Lewat Daring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *