Vaksinasi Perdana untuk 1.000 Tenaga Kesehatan – Kendari Pos
Buton

Vaksinasi Perdana untuk 1.000 Tenaga Kesehatan

KENDARIPOS.CO.ID — Sejumlah daerah Kabupaten dan Kota telah menerima informasi terkait rencana penyuntikan vaksin secara massal dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. Upaya sosialisasi dan imbauan agar masyarakat tidak takut dan mau mengikuti vaksinasi mulai dilakukan. Salah satunya di Kota Baubau. Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, Wahyu, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di wilayah tersebut akan dilakukan bertahap. Penyuntikan tahap pertama akan dilakukan bagi seluruh tenaga kesehatan. Pihaknya telah melakukan pendataan jumlah total tenaga kesehatan yang ada

“Yang jelas penyuntikan pertama tenaga kesehatan dulu. Paramedis yang ada di Puskesmas dengan di dinas sekira 600 orang. Kemudian di rumah sakit sekitar 400 orang. Ditambah beberapa yang ada di klinik dan kantor penyelenggara pelabuhan. Total keseluruhan mencapai 1.000 orang lebih ,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin (18/1). Lanjutnya, setelah vaksinasi pada tenaga kesehatan akan dilanjutkan untuk aparatur pelayanan publik. Seperti staf Disdukcapil, Satpol PP, Polisi, TNI, aparat Kejaksaan, perizinan dan lainnya. “Pokoknya yang bersentuhan dengan pelayanan warga masyarakat secara langsung sampai camat dan lurah beserta staf-stafnya. Makanya, berapa jumlah vaksin untuk Kota Baubau nanti akan dilihat. Karena pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap,” sambung Wahyu. Lanjutnya, jika mengacu pada hasil webinar yang diikuti pihaknya, semestinya penyuntikan vaksin sudah mulai dilakulan. Sebab pencanangan kick off vaksinasi dalam webinar disepakati pada 14 Januari 2021. Namun kemudian ada informasi secara lisan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) jika diundur.

“Tiba-tiba ada telepon dari provinsi, bahwa 14 Januari itu hanya dilakukan di Provinsi, Kabupaten Konawe dan Kota Kendari. Kabupaten kota lainnya akan dilaksanakan Februari. Makanya vaksinnya juga masih ada di provinsi,” ungkapnya. Jika ada masyarakat yang menolak untuk disuntik vaksin, Wahyu tidak ingin berkomentar karena diluar kewenangannya. “Mengenai itu katanya ada yang bilang hak asasi manusia. Saya hanya mengimbau ke masyarakat, misalnya di Baubau ada 170.000 jiwa. Jika ingin kebal terhadap covid atau penyakit maka 80 persen harus divaksin. Sehingga yang 20 persen akan terlindungi,” pungkasnya. (c/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy