Vaksin Antara Trust dan Untrust, Oleh : Prof. Hanna – Kendari Pos
Kolom

Vaksin Antara Trust dan Untrust, Oleh : Prof. Hanna


KENDARIPOS.CO.ID — Pertandingan tinju berlangsung tidak lebih dari satu ronde. Salah seorang penonton mengatakan trust. Penonton lainnya menyahuti untrust. Berbagai argumentasi mereka mengatakan bahwa percaya atau tidak percaya. Kata ini sepadan kalau kita katakan believe or not believe.

Prof. Hanna

Kedua kata itu memiliki arti yang sama dalam Bahasa Indonesia, yaitu berarti “percaya”. Namun believe dan trust memiliki makna berbeda, sehingga penggunaannya juga berbeda. Makna kata Believe dan Trust. Bahasa Indonesia dapat berarti percaya, mempercayai, merasa, dan menganggap. Believe merupakan accept something as true, atau menerima sesuatu sebagai kebenaran.

Selain itu, Believe juga dapat bermakna hold something as an opinion yang berarti memiliki sesuatu sebagai opini atau pendapat. Jadi kata Believe bisa dimaknai sebagai penerimaan sesuatu sebagai kebenaran, atau penerimaan sesuatu yang berusaha dipercayainya. Believe dapat berarti juga menganggap sesuatu sebagai benar yang berarti itu adalah pendapat pribadinya.

Kata Trust dalam Bahasa Indonesia dapat berarti sebagai percaya, berharap, menaruh kepercayaan, yakin, harapan, dan tanggung jawab. Kata Truth bermakna sebagai believe in the reliability, truth, ability, or strength of yaitu percaya pada sesuatu yang diandalkan, kebenaran, kemampuan, atau kekuatan.

Trust merupakan pemberian kepercayaan yang sangat kuat bahkan bisa dibilang tingkat kepercayaan 100 persen. Trust merupakan perasaan percaya itu sendiri dan keyakinan yang diberikan kepada orang lain. Trust bukan sekadar anggapan atau perasaan seperti Believe, namun kepercayaan dan keyakinan yang kuat.

Akhir-akhir ini masalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan vaksin menjadi pro kontra. Ada yang setuju dan ada yang menolak tentu saja semua pendapat dan penolakan tentu ada alasannya. Seperti yang diharapkan oleh pemerintah sebagaimana yang ditulis oleh Kanya Anindita bahwa vaksin ini menciptakan respons antibodi untuk sistem kekebalan tubuh.

Saat disuntik vaksin, sel B akan menempel pada permukaan virus Corona yang sudah dimatikan dan mencari fragmen yang cocok.Sel T membantu mencocokkan fragmen dengan sel B. Jika ada yang cocok, sel B akan berkembang biak dan menghasilkan antibodi untuk kekebalan tubuh. Vaksin mencegah terkena virus Covid-19. Manfaat vaksin Covid-19 lainnya adalah mencegah virus masuk ke dalam tubuh.

Suntikan vaksin akan merangsang sel tubuh manusia, terutama sel B yang memproduksi imunoglobulin. Akibatnya, tubuh individu akan kebal pada SARS-CoV-2. Selain itu, menghentikan virus menyebar ke seluruh tubuh. Vaksin akan merangsang imun tubuh yang dihasilkan oleh sel B dan menghentikan virus Covid-19 masuk ke dalam tubuh. Vaksin melindungi orang-orang di sekitar kita, otomatis tubuh akan terlindungi dari serangan virus Covid-19.

Hal ini menjadi manfaat vaksin Covid-19 yang membantu mengurangi penyebaran Corona untuk melindungi orang-orang di sekitar. Sedangkan bagi mereka yang menolak karena alasan psikologis, Gracia Ivonika, M. Psi., Psikolog, berpendapat, orang-orang yang saat ini apatis terhadap vaksin bisa saja dipengaruhi oleh beragam faktor. Terlebih, vaksin Covid 19 ini sesuatu yang sangat baru. Karena baru sehingga wajar bila masih ada keraguan dalam diri beberapa orang. Masa ini sebenarnya tepat untuk memberikan fakta dan bukti nyata yang dapat mengarahkan pandangan mereka menjadi lebih objektif.

Sejumlah faktor yang dimaksud Psikolog Gracia adalah lingkungan. Apabila orang-orang terdekatnya kontra dan terus memengaruhinya, ada kemungkinan ia menjadi kontra juga terhadap efektivitas vaksin, Faktor lain, pola pikir. Setiap orang memang punya sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang memang langsung pro dengan langkah pencegahan dari pemerintah, ada juga yang kontra dengan berbagai alasan sesuia sudut pandang mereka ini terhadap orang lain.

Selain itu, faktor nilai yang dianut, bahwa memasukkan cairan vaksin ke tubuh dilarang oleh kepercayaannya. Bisa juga karena proses pembuatan dan kandungan vaksin dianggap tidak sesuai dengan ajaran kepercayaannya. Secara psikologis, seseorang cenderung apatis terhadap sesuatu yang baru, apalagi bila sebelumnya punya pengalaman yang tidak menyenangkan.

Masalah vaksin bukan hal yang menakutkan karena rata-rata kita pernah mengalami hal yang sama sejak tahun 70-an dengan istilah injeksi, atau suntik kekebalan baik di sekolah maupun di rumah sakit. Masyarakat tidak keberatan karena kepercayaan masyarakat terhadap vaksin itu memang nyata seperti vaksin campak yang berguna membuat daya tahan tubuh penerimanya lebih kebal terhadap penyakit campak.

Lalu kenapa banyak golongan masyarakat yang menolak divaksin Sinovac ? Vaksinasi hingga kini masih diperdebatkan, terkait efektivitasnya melindungi tubuh. Terlebih, di tengah pandemi seperti virus corona, produksi vaksin terkesan dilakukan dengan cepat bahkan beberapa belum teruji efektivitasnya. Ada alasan yang mungkin mendasari seseorang menolak vaksin. Di antaranya adalah menolak divaksin karena merasa aman dan tidak mungkin terinfeksi. Hal ini harus diluruskan. Vaksin bisa menginfeksi siapa saja dan orang tersebut berpotensi menularkan virus pada orang lain di lingkungan sekitar.

Hal itu juga bisa terjadi karena menganggap sebuah penyakit atau infeksi virus tidak mematikan. Maka dari itu, penting untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi. Manfaat vaksin corona juga harus disampaikan dengan tepat untuk menurunkan penularan penyakit berisiko. Vaksin ini sudah ada, bahkan sejumlah pejabat telah divaksin. Sekarang saatnya masyarakat yang menentukan dengan membangun trust bukan mengembangkan untrust. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy