Tingkat Kerentanan Banjir Meningkat, BPBD Sultra Siaga Bencana

KENDARIPOS.CO.ID — Intensitas hujan di bulan Januari meningkat. Kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung hingga bulan Mei mendatang. Atas dasar itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra kian meningkatkan kesiapsiagaan. Apalagi tingkat kerentanan banjir di Sultra meningkat. Kepala BPBD Sultra, Boy Ihwansyah mengatakan terus meningkatkan kesiapsiagaan baik personil maupun perlengkapan. Kesiapan ini telah dimulai sejak jauh-jauh hari atau sebelum awal musim penghujanan. Selain berkoordinasi dengan instansi terkait, pihaknya terus memonitor perkembangan cuaca melalui data harian Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

“Langkah-langkah kesiapsiagaan dan tanggap darurat intens kami lakukan. Data BMKG menjadikan acuan sebagai peringatan dini kita. Saat ini, intensitas hujan sudah mulai tinggi di wilayah Sultra,” kata Boy Ihwansyah. Sebagai langkah awal sambungnya, pihaknya telah meminta BPBD kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Terutama di daerah yang menjadi rawan banjir seperti Kolaka Utara (Kolut), Konawe Utara (Konut), Konawe, Konawe Selatan (Konsel) dan Kolaka Timur (Koltim). “Kalau daerah kepulauan, acaman banjirnya masih kategori sedang. Tetapi ancaman bencana yang tinggi yakni angin puting beliung, dan gelombang pasang serta abrasi pantai,” jelasnya.

Secara historis, periode banjir di Sultra terjadi mulai bulan Januari hingga pertengahan tahun. Biasanya, puncaknya pada bulan Mei. “Kalau kita melihat beberapa peristiwa banjir tahun 2013, 2017, 2019, intensitas hujan mulai tinggi pada Januari, Februari dan Maret. Dimana puncaknya itu pada bulan Mei. Ini berdasarkan analisa kita, sejak awal terjadinya banjir di wilayah Sultra,”jelasnya. Alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab banjir dan tanah longsor di Sultra. Ekspoitasi kawasan hutan sebagai areal pertambangan menyebabkan wilayah penyerapan air menjadi hilang. Di daerah kepulauan, alih fungsi lahan masih rendah. Namun khusus di wilayah Kota Kendari, alih fungsi lahan untuk perumahan.

“Saat ini, kerentanan kita terhadap banjir meningkat. Awalnya, kerentanannya hanya 30 persen, berdasarkan analisis kita sudah meningkat 50 persen ke atas untuk kerentanan. Terutama di daerah yang alih fungsi lahanya tinggi, seperti Konut, Kolut dan Konawe,” jelasnya.
Ia meminta daerah harus melakukan pembenahan. Alih fungsi lahan harus dilakukan dengan upaya-upaya lainnya. Dengan begitu, daerah serapan tetap terjaga. “Kalau di perkebunan, pohon-pohon besar jangan ditebang. Begitupula daerah pertambangan. Jangan hanya menambang saja, tetapi harus ada solusi drainasenya bisa diatasi. Mari kita jaga lingkungan, jaga daerah resapan kita, agar banjir dapat kita minimalisir,” ajaknya. (b/rah)

Potensi Bencana di Sultra
-Curah Hujan Januari-Mei Tinggi
-Tingkat Kerentanan Banjir (Dari 30 Persen, Naik 50 Persen)
-Alih Fungsi Jadi Penyebab

Wilayah Daratan
-Banjir dan Tanah Longsor

Wilayah Kepulauan
-Angin Puting Beliung
-Gelombang Pasang
-Abrasi Pantai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *