Tikus Bodoh di Zaman Zalim, Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

Tikus Bodoh di Zaman Zalim, Oleh : La Ode Diada Nebansi


KENDARIPOS.CO.ID — Kalau saja Al-Quran itu kamu tak yakini, maka, lihat dan perhatikanlah, siapa saja yang meyakini Al-Quran. Misalnya. Lihatlah Rektor IAIN yang percaya akan kandungan Al-Quran. Saya mau tanya. Siapa yang lebih cerdas, apakah kamu, kamu, atau Rektor IAIN?

La Ode Diada Nebansi

Mohon maaf, bukan berarti sombong, angkuh atau apalah sebutannya, tapi saya ingin mengatakan bahwa antara Rektor IAIN dan kamu, dan kamu juga, lebih pintar dan lebih cerdas Rektor IAIN. Yah, begitu. Karena Rektor berpendidikan Profesor Doktor sedangkan kamu hanya lulusan Paket A, dan kamu juga tamatan Paket B.

Lalu, kenapa kamu tak yakin dengan kandungan Al-Quran? Profesor saja yakin, kenapa kamu tidak? Masih juga belum sadar? Kalau gitu saya mau tanya lagi. Para pakar yang tergabung dalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) meyakini kandungan Al-Quran. Para pakar saja yakin, kenapa kamu tidak yakin? Atau, lupakan pakar-pakar ICMI, lalu lihatlah para pakar dunia yang mengambil sari keilmuan dari kandungan Al-Quran dan semua benar.

Lalu, kenapa kamu masih juga tak yakin dengan informasi Al-Quran? Al-Quran bilang begini, bencana yang silih berganti itu berhubungan dengan kezaliman. Kalau kamu zalim maka tunggulah bencana. Tapi, kamu tak yakin. Kamu mengaku Muslim, tapi masih juga kamu abaikan peringatan Al-Quran.

Bukankah kamu acap kali berdoa dengan meminta “Allahummah Inna Nas Aluuka … dst… hingga Wabarakatan Fi Rizki”, lalu kenapa kamu masih juga mengumpul harta yang tak berkah. Kamu meminta rejeki yang berkah, tapi rejeki yang tak berkah pun kamu embat. Jangan. Jangaaan. Jangan.

Kata Al-Quran, rejeki haram, makanan haram, hanya akan membentuk darah haram dan otak miring. Hanya harta yang halal yang melahirkan kenyamanan dan kebahagiaan. Banyak harta, kaya raya tapi ingin bunuh diri. Kenapa? Karena cara perolehan hartanya tak beres.

Harta yang tak berkah hanya akan melahirkan kegalauan berpikir, resah, gelisah dan akhirnya: sakit, ghontea terus, gula darah tinggi, gelisah di atas kasur European Standard yang mestinya nyaman, tak ada wajah terhormat walau turun dari mobil mewah sekalipun. Sebaliknya, harta berkah melahirkan kenyamanan di atas tikar peha Lakanaha Standard sekalipun.

Maksud saya begini. Dapatkah untuk periode ini kamu bertindak sesuai dengan tuntunan Al-Quran. Siapapun kamu, coba ikuti dulu. Siapa tau baik akhirnya. Kenapa? Yah, ukurannya itu tadi. Ukurannya, banyak orang-orang cerdas dunia, orang-orang super kaya dunia, cendekiawan-cendekiawan dunia meyakini bahwa kandungan Al-Quran itu adalah tuntunan.

Masa sih mereka yakin, sementara kamu yang ilmu dan pengetahuannya terbatas, tak memedomani Al Quran? Maksud saya, oleh karena Al-Quran sudah menegaskan bahwa bencana berhubungan dengan kezaliman, maka, logika kita akan berkata begini: hentikan kezaliman jika tak ingin bencana.

Bayangkan, gunung meletus, air laut meluap, gempa bumi merobek-robek tanah dan meruntuhkan bangunan-bangunan, angin membentuk puting beliung dan menghempaskan apa saja, banjir menghanyutkan kendaraan dan rumah. Dan, semua jenis bencana ini tertulis dalam Al-Quran.

Saya ingin sekali menyebut dan menuliskan ayatnya sesuai Al-Quran tapi saya tak tahu dan saya lupa. Yang pasti, saya pernah baca Al-Quran yang memuat jenis-jenis bencana.
Apakah masih juga tak percaya dengan kandungan Al-Quran? Coba deh, sekali ini saja kamu yakini betul. Seperiode ini coba deh terapkan dan amalkan dari apa-apa yang dituliskan Al Quran. Misalnya, dapatkah kita dalam periode ini tak melakukan kerusakan di muka bumi?

Dapatkah kita merumuskan aturan yang benar-benar tulus ihlas untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan dan pesanan orang-orang zalim. Dapatkah kita meneken sebuah surat keputusan yang benar-benar sesuai anjuran Al-Quran bukan anjuran Tim Sukses? Tapi kayanya sulit di? Yah, sulit bagi otak zalim atau bagi orang yang otaknya dikendalikan oleh orang-orang yang zalim dan buta Al-Quran dan atau tak peduli dengan kandungan Al-Quran.

Percayalah dengan Al-Quran, siapapun kamu jika ingin diri dan hidupmu berkah. Siapapun kamu. Supaya yakin, bacalah. Kalau tak yakin, bacalah sampai tuntas. Baca. Jika ingin jiwamu tenang, baca Al Quran. Pahami maknanya, amalkan kandungan. Tapi mohon maaf belaeee, apa yang saya bicarakan ini berat saya lakukan. Tapi, paling tidak, hawa nafsu dan angkara murka bisa ter-rem.

Terakhir, kalau juga tak yakin bahwa bencana itu berhubungan dengan kezaliman, maka yakinilah bahwa alam juga ingin berbhakti kepada Allah. Gunung ingin berbakti dan beribadah sesuai tugas mulianya sebagai paku bumi. Sebagai pengokoh bumi. Oleh karena tak sanggup menjaga dirinya, gunung pun tersinggung dengan “meludahi” para perusak.Andai gunung bisa membalikkah mukanya, saya yakin, pada saat gunung “meludah” dia akan mengarahkan mulutnya di kantor-kantor yang mengeluarkan izin IUP dan JETI.

Saya ingat pesan Mbah Marijan, Juru Kunci Gunung Merapi. Bahwa, hewan bisa berinteraksi dengan gunung Merapi. Ketika gunung merapi ingin memutahkan lahar atau meletus sekalipun, binatang apapun yang ada di gunung Merapi akan menyingkir. Antara gunung dan hewan-hewan di atasnya berkomunikasi. Semua hewan menyingkir menyelamatkan diri. Makhluk tak berakal pun tahu bahwa akan terjadi sesuatu di luar jangkauan pemikiran mereka.

Andai hewan memiliki kecerdasan dan argumentasi, saya punya keyakinan bahwa tak ada satu hewanpun yang akan percaya jika di dalam gunung ada api, karena setahu hewan, api hanya akan muncul di atas bakaran dan itu dilakukan manusia. Oleh karena tak punya argumentasi, dalam situasi genting dan emergency hewan pun hanya mengandalkan kebesaran Allah SWT.

Tapi, ada tikus bodoh yang kasi habis telur burung merpatiku. Saya pancingkan telur di tengah-tengah bakaran api yang membentuk huruf “U” dan saya pantau dari kejauhan. Begitu dia mau ambil telur, saya bataria dari arah mulut “U”. Ternyata tikus memilih menerobos api. Bulu-bulunya tabakar. Dalam hatiku: bbbodo.(nebansi@yahoo.com)

La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy