Tanpa Gugatan, Tiga Kepala Daerah Terpilih Enjoy Menunggu Pelantikan

KENDARIPOS.CO.ID — Tiga kepala daerah terpilih: Ridwan Zakaria, Samsul Bahri Madjid, dan Ruksamin masih diselimuti bahagia. Mereka tidak perlu lagi memeras otak, tenaga dan pikiran, tentu juga materi mengurus pilkada. Sebab, dari tujuh daerah di Sultra yang menggelar pilkada, hanya mereka bertiga tanpa gugatan. Itu artinya selesai. Mereka menapaki jalan mulus menuju takhta bupati. Tinggal menunggu hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengumumkan Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK), hari ini (18/1). Setelah itu, tinggal menunggu jadwal pelantikan.

Merujuk diaturan yang ada, pelantikan kepala daerah terpilih, disesuaikan dengan akhir masa jabatan (AMJ) bupati sebelummya. Khusus di tiga daerah itu, AMJ-nya tidak lama lagi. Bupati Konawe Utara, AMJ-nya: 21 April 2021. Bupati Buton Utara, AMJ-nya: 17 Februari 2021; dan Bupati Kolaka Timur, AMJ-nya: 17 Februari 2021. Praktiks, dua daerah: Butur dan Koltim, sisa sebulan lagi.

Lalu bagaimana persiapan tiga kepala daerah terpilih ini menghadapi pelantikan dan setelah dikukuhkan? Bupati Butur terpilih, Ridwan Zakaria mengaku sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Salah satunya, persiapan baju yang akan dikenakan telah diukur. “Pakaian sudah siap, tinggal menunggu jadwal pelantikan. Intinya sudah siap,” ungkap Ridwan Zakaria kepada Kendari Pos, kemarin.

Bupati Butur periode 2010-2015 berjanji, setelah dilantik, akan langsung tancap gas. Bekerja keras merealisasikan janji politik. Dirinya komitmen, selama lima tahun akan merealisasikan visi misi yang sudah disampaikan kepada rakyat Butur. “Rakyat sudah memberikan kepercayaan. Saatnya, kami membayar kepercayaan itu dengan kerja keras untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” janjinya.

Bupati Koltim terpilih, Samsul Bahri Madjid mengaku tak ada persiapan khusus menghadapi pelantikan. Saat ini, dirinya menunggu jadwal pelantikan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Tak ada persiapan spesial sebelum pelantikan. Sekarang kami fokus memikirkan langkah untuk merealisasikan janji politik semasa kampanye,” kata Samsul Bahri.

Mantan Sekab Koltim ini berjanji akan merealisasikan visi misi yang disampaikan saat kampanye. Mengoptimalkan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pada prinsipnya, kami akan berusaha membawa Koltim ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Bupati Konut terpilih, Ruksamin dan Wakil Bupati terpilih, Abuhaera mengaku tak punya persiapan khusus menghadapi masa spesial tersebut.

“Saya tetap fokus bekerja. Soal pelantikan, kami tunggu saja jadwalnya,” ucap Ruksamin. Akhir masa jabatan di 21 April 2021. Ruksamin mengaku akan memaksimalkan dua bulan lebih ini untuk menuntaskan program lima tahun sebelumnya. “Kekurangannya kami akan tuntaskan di periode berikutnya,” jelasnya. Ruksamin menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat.

Wakil Bupati Konut terpilih, H. Abuhaera meminta warga mendoakannya agar proses menuju pelantikan dimudahkan. “Pelantikan masih lama, menunggu AMJ. Berikan doa agar selalu dimudahkan,” harapnya. Sekretaris Pemenangan Ruksamin-Abuhaera, Yusran Taridala menjelaskan, persiapan pelantikan pasangan RABU menunggu masa jabatan bupati dan wakil bupati periode 2015-2020 berakhir.

“Sebagai tim pemenangan, ada beberapa masukan dan poin yang akan dimasukan dalam RPJMD. Terutama soal janji kampanye paslon Ruksamin-Abuhaera,” imbuhnya. Sebelumnya, Ketua KPU Koltim, Suprihaty Prawaty Nengtias menjelaskan, penetapan paslon pemenang Pilkada menunggu surat resmi MK dan petunjuk KPU RI.

“Pilkada Koltim tanpa gugatan. Namun, mekanisme penetapan paslon menunggu petunjuk KPU dan MK. Rencana akan ditetapkan antara 19 Januari dan 23 Januari 2021,” terangnya. Anggota KPU Konut, Prasetyo Hariwibowo juga mengakui kalau tidak ada gugatan di Pilkada Konut. “Kami tinggal menunggu surat KPU RI untuk menetapkan paslon terpilih. Pastinya, setelah pengumuman BRPK,” jelasnya. (ags/ali/min/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *