Sulaho Kolut Tercemar Lumpur Tambang : Warga Menjerit, PT CSM tak Peduli – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Sulaho Kolut Tercemar Lumpur Tambang : Warga Menjerit, PT CSM tak Peduli

KENDARIPOS.CO.ID — Dusun IV Desa Sulaho di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) kembali tergenang banjir lumpur sebagai bias dari aktivitas perusahaan pertambangan yang mengeksploitasi ore nikel, pekan lalu. Masyarakat setempat menjerit karena dampak dari kegiatan pengerukan ore itu mencemari rumah warga setiap hujan deras mengguyur. Kepala Dusun IV Sulaho, Abdullah, mengatakan, sore pekan lalu perkampungan mereka kembali digenangi air berlumpur saat hujan mengguyur.

Ia membeberkan, Desa Sulaho dikelilingi lahan perusahaan tambang milik PT Riota, Putra Darmawan Pratama (PDP) dan yang eksis saat ini sedang beroperasi adalah PT Citra Silika Malawa (CSM). “Bagaimana penduduk di sini tidak menjadi langganan banjir, hutan sudah habis dan tidak ada lagi resapan air. Masyarakat pasrah setiap kali rumah tergenang karena sudah jadi langganan setiap tahun,” keluh Abdullah, Minggu (3/1).

Saat ini, masyarakat masih membersihkan rumahnya masing-masing. Yang sangat dikeluhkan karena lumpur merah kecoklatan tersebut susah dibersihkan. Ratusan pohon kelapa di daerah itu mati akibat limbah tambang. Pihaknya sudah beberapa kali meminta pertanggungjawaban pihak PT CSM. Namun sampai saat ini ganti rugi lahan belum juga direalisasikan. Sejak kehadiran perusahaan tersebut, situasi menjadi serba sulit dirasakan masyarakat baik dalam bertani maupun melaut. “Bagaimana tidak susah. Itu laut sudah merah. Kalau tidak jauh tinggalkan rumah susah mau dapat ikan,” kesalnya diamini warga Dusun IV, Sukardi.

Mereka sudah sempat melakukan protes ke pihak perusahaan, namun justru dilaporkan ke pihak kepolisian karena dianggap penghalang-halangan aktivitas pertambangan. “Dua warga Sulaho menjadi tersangka karena melakukan protes. Sebelumnya semua warga ke lokasi PT CSM. Tetapi begitulah tidak ada yang mau tanggung jawab,” keluh Sukardi.

Wakil Bupati Kolut, H. Abbas bersama jajaran BPBD telah mengunjungi lokasi. “Tidak bisa dimungkiri, secara kasat mata, sekalipun saya bukan ahlinya, sederhana sekali kalau lihat ini. Bisalah dibuktikan dengan tanah-tanah merah yang bertumpuk ini,” kata Abbas di lokasi banjir. Ia mengaku akan mengkoordinasikan hal tersebut ke pihak terkait. “Tentu harus kami sampaikan karena kewenangan ini sudah di Pemerintah Pusat,” janji Abbas. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy