Siap-siap, Kota Kendari Mulai Vaksinasi 17 Januari – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Siap-siap, Kota Kendari Mulai Vaksinasi 17 Januari


KENDARIPOS.CO.ID — Genderang “perang” melawan Covid-19 terus ditabuh. Terbaru, Pemprov Sultra menyalurkan 12. 280 dosis vaksin Sinovac di dua daerah penyanggah. Kota Kendari mendapat jatah 8.680 dosis dan Kabupaten Konawe sekira 3.600 dosis. Distribusi vaksin dilakukan setelah izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) diterbitkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat.

“Kita distribusi di dua kabupaten dan kota penyangga lebih dulu. Seluruhnya 12.280 dosis. Distribusi untuk kabupaten lain, kita masih menunggu informasi dari Kemenkes,” ujar Hj. Usnia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra saat pelepasan distribusi vaksin di Kantor Dinkes Sultra, Selasa (12/1) kemarin.

Pencanangan vaksinasi digelar 14 Januari, besok yang akan diikuti Kota Kendari dan Kabupaten Konawe. “12.280 target vaksinasi ini sudah untuk dua tahap. Jadi nanti dilihat lagi pendistribusianya karena yang mengatur semuanya dari usat,” ungkap Hj.Usnia.

Prioritas vaksinasi adalah para tenaga kesehatan (Nakes) yang berjuang digaris depan “memerangi” Covid-19. Total nakes yang akan di vaksin di Sultra sekira 23.508 orang. Vaksinasi dilakukan dua tahap. Jika dalam satu Puskesmas terdapat 10 nakes, maka 5 orang divaksin. 5 orang berikutnya di vaksin pada tahap kedua. Sebab biasanya sesudah vaksin penerimaan tubuh bakal berbeda, sehingga harus istirahat. Sementara nakes lainnya harus tetap bekerja.

Dinkes Sultra sudah menyiapkan tenaga vaksin (Vaksinator). Mereka sudah dibekali prosedur vaksinasi melalui pelatihan. “Tenaga vaksinator kita sudah siapkan. Saat ini 200 orang vaksinator sedang dilatih. Sebelumnya ada 150 orang kami latih. Masih ada sekira 1.666 vaksinator yang akan dilatih untuk seluruh kabupaten dan kota di Sultra,”pungkas Hj.Usnia.

Terpisah, Kepala BPOM Kendari, Muhammad Rusydi Ridha mengatakan, distribusi dan pelaksanaan vaksinasi dilakukan Dinas Kesehatan. Badan POM dan pihak lain hanya melakukan pengawasan distribusi dan pemantauan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). “EUA itu izin edar dan sudah dikeluarkan oleh BPOM pusat, ini berdasarkan data interim uji klinik fase 3,” ujarnya, kemarin.

Muhammad Rusydi Ridha menjelaskan EUA akan digantikan dengan izin edar reguler jika uji klinik telah selesai. “Jadi memang keamanan merupakan salah satu faktor penting izin edar dapat diberikan. Jika vaksin sinovac tidak aman, Badan POM tidak mungkin akan menerbitkan EUA. Saat ini sudah keluar, berarti sudah dipastikan keamanannya. Bahkan kedepan bakal keluar lagi izin edar regulernya, tetapi kembali lagi semua langsung dari BPOM pusat,”tutupnya.

Proses vaksinasi nakes di Kota Kendari diimulai 17 Januari. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir beserta beberapa perwakilan tenaga medis menjadi orang pertama yang akan divaksin. Itu dilakukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin aman dan menyehatkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari drg. Rahminingrum menyebut vaksin perdana dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Kendari di Gedung Private Medical Care Center (PMCC) RSUD Kota Kendari. Setelah vaksinasi, selanjutnya 2.000 nakes se-Kota Kendari akan divaksin dalam dua tahap, 17 Januari dan 31 April 2020.
“Alokasi vaksin terbatas sementara jumlah tenaga kesehatan kita sebanyak 4.750 orang. Jadi vaksinasi akan diberikan dua tahap,” ungkapnya.

drg.Rahminingrum menyebut, sebanyak 2.000 nakes di Kota Kendari tersebar di 58 Fasilitas Kesehatan (Faskes). Rinciannya, 14 Rumah Sakit (RS), 15 Puskesmas dan sisanya sebanyak 29 faskes terdiri dari apotik dan klinik yang ditunjuk resmi oleh pemerintah.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengaku siap menjadi orang pertama disuntik vaksin Sinovac. Dia yakin, vaksin asal tiongkok itu bisa mempercepat proses percepatan penanganan covid-19 di Kota Lulo.
“Saya siap jadi orang pertama untuk divaksin. Itu kami lakukan sebagai bentuk ikhtiar kita, untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa vaksin ini aman,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Menurutnya, vaksin ini aman karena sudah diuji BPOM. “Izinnya sudah ada. Dan saya pastikan warga tak akan divaksin sebelum Wali Kota nya belum divaksin. Di prioritaskan kepada tenaga medis kita. Nanti dilakukan bertahap. Mulai 17 Januari dilakukan serentak sampai selesai,” kata Sulkarnain.

Terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kendari, dr Algazali Amirullah mengatakan, secara umum nakes di Kota Kendari siap divaksin. Nakes merupakan salah satu kelompok dengan risiko penularan covid-19, juga sebagai upaya meyakinkan masyarakat untuk mau diberikan anti virus itu.

Vaksin sudah melalui Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM atau efektifitas obat itu sudah melalui tahap uji klinis dari fase 1, 2 dan 3, sehingga sudah layak diberikan. Menurut dr Algazali, vaksi sinovac memiliki khasiat membentuk anti bodi dalam tubuh. Itu penting bagi masyarakat dimasa pandemi covid-19 ini guna mendapatkan tambahan imunitas agar mencapai kekebalan kelompok (Herd Immunity).

“Berdasarkan uji BPOM memang ada efek samping antara lain nyeri, iritasi, serta pembengkakan yang tidak bahaya dan dapat pulih kembali keesokan harinya pasca vaksinasi,” jelasnya.

Di sisi lain, dr Algazali menjelaskan bahwa vaksin sebenarnya bukan sebagai obat, melainkan sebagai kekebalan kepada manusia. Adapun kemunculan vaksin terjadi karena dua hal. Pertama secara alamiah, misalnya saat ini sedang pandemi (covid-19). Itu bisa saja timbul secara alamiah dalam tubuh manusia.

Kedua, diberikan vaksin buatan. Maksudnya diberikan kepada manusia, namun sebelumnya itu (vaksin) sudah dilemahkan. “Nah, vaksin yang masuk ketubuh manusia diharapkan bisa terbentuk sel T memori (sel yang bisa membunuh patogen dan mematikan sel yang terinveksi covid-19). Jika ada virus lain yang masuk seperti covid-19, maka vaksin ini sudah mengenali,” jelasnya. (rah/ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy