Sensasi Air Panas dan Air Terjun di Taman Wisata Kea-kea – Kendari Pos
Nasional

Sensasi Air Panas dan Air Terjun di Taman Wisata Kea-kea

KENDARIPOS.CO.ID — Kolaka memang indah. Ragam destinasi wisata ada di Bumi Mekongga. Salah satunya Taman Wisata Alam Kea-kea. Letaknya di Kelurahan Ulunggolaka, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka. Kawasan itu disulap menjadi objek wisata terpadu yang masih alami.

Objek wisata itu unik, di tengahnya terdapat telaga air panas. Orang-orang yang berkunjung selalu berendam. Ada juga air terjun. Ada juga sumur diperkirakan berusia ratusan tahun yang oleh warga setempat disebut, Sumur Jodoh alias Sumur Bidadari. Dari cerita turun temurun, konon pengunjung yang menyambangi sumur itu akan mempercepat hadirnya pasangan hidup.

Destinasi wisata itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti flying fox, vila, gazebo, ayunan dan lainnya. Jaraknya tak jauh dari ibukota Kolaka. Hanya saja, kendaraan belum bisa sampai titik wisata. Jadi ditempuh dengan berjalan kaki sekira 30 menit, melintasi perkebunan warga.

Taman itu kini digandrungi warga Kolaka dan sekitarnya, bahkan luar Sultra. Mulanya, objek wisata itu, hanyalah belantara yang belum terjamah. Tak heran warga Kolaka maupun warga yang berasal dari luar Sultra menghabiskan akhir pekan di tempat itu.

Muchlis, seorang pengunjung yang berasal dari Bone Sulawesi Selatan, mengaku tersebut sengaja datang ke Taman Wisata Alam Kea-ka hanya untuk menikmati kehangatan air panas. Kata dia, permandian air panas sangat langka di Pulau Sulawesi. Olehnya itu, ia memilih lokasi tersebut sebagai tempat untuk menikmati hari libur sekaligus berobat.

“Jadi air panas ini katanya bisa menyembuhkan ataupun mencegah berbagai macam penyakit. Makanya kami sengaja ke sini. Air panas ini jarang di Pulau Sulawesi,” tuturnya.

Siang itu, sejumlah muda-mudi mencuci muka di Sumur Jodoh dengan harapan saat pulang langsung menemukan jodohnya. “Katanya teman bagus cuci muka disini (sumur jodoh, red), karena temanku habis cuci muka, tidak lama dia ketemu dengan pacarnya dan minggu depan mereka sudah akan menikah. Jadi terus terang saya ke sini karena mau juga dapat jodoh. Tapi tentu saya juga tetap berdoa sama Tuhan,” ucap Tuti, wanita berusia 28 tahun.

Kepala Dinas Pariwisata Kolaka, Andi Zulkarnain Mansur menyebut, kala itu Taman Wisata Alam Kea-kea hanya kawasan hutan yang kadang-kadang menjadi lokasi perkemahan. Karena adanya potensi air terjun dan air panas yang ada di lokasi tersebut, maka pada tahun 2017 pemerintah mulai menata lokasi tersebut menjadi objek wisata. Anggaran Rp 4 miliar dialokasikanmenata lokasi seluas dua hektar tersebut.

“Jadi dana Rp 4 miliar itu digunakan untuk membangun jalan setapak, gazebo, kamar mandi serta fasilitas lainnya seperti bermain lainnya seperti flying fox, ayunan dan lain sebagainya. Disediakan fasilitas memadai agar pengunjung merasa nyaman,” ungkapnya.

Andi menuturkan, Sumur Jodoh sudah melegenda karena usianya yang diperkirakan sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Kata dia, sumur tersebut diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai air yang bisa mendatangkan pasangan hidup. “Berdasarkan cerita orang, orang yang belum menikah lalu mandi atau mencuci muka, maka tidak akan lama akan segera mendapatkan pasangan hidup dan ini juga yang membuat banyak orang berkunjung ke Taman Wisata Alam Ulunggolaka,” tuturnya.

Ia berharap, pengunjung untuk menjaga alam serta fasiltas yang ada di lokasi tersebut. Karena kalau alam dan fasilitas ini rusak, maka orang sudah tidak tertarik lagi ke sini. (zul/b)

Proyeksi Bangun Penangkaran Anoa

Pemerintah Kabupaten Kolaka akan kembali menata Taman Wisata Alam Kea-kea. Daerah otorita Ahmad Safei itu bakal membangun penangkaran hewan langka di sekitar objek wisata. Kepala Dinas Pariwisata Kolaka, Andi Zulkarnain mengatakan pembangunan penangkaran itu untuk menambah hiburan bagi pengunjung.

“Jadi karena hutannya masih bagus maka kami rencana membangun penangkaran hewan, khususnya anoa di tempat ini. Alasannya, anoa ini adalah hewan asli Sulawesi Tenggara yang mulai langka. Dikhawatirkan, kedepannya hewan ini akan punah sehingga anak cucu kita tidak tahu lagi bagaimana bentuk anoa itu. Padahal anoa itu lambang Sultra,” tuturnya. (fad/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy