Sarana Terbatas, Hasil Belum Optimal – Kendari Pos
Buton

Sarana Terbatas, Hasil Belum Optimal

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton cukup membanggakan potensi perikanannya. Sektor itu menjadi yang paling diunggulkan setelah aspal. Hanya saja, belum terkelola dengan maksimal sehingga nama Buton belum mendunia dengan potensi perairan tersebut. Pemkab Buton sebenarnya sudah berupaya maksimal lewat pengembangan pelabuhan sentra perikanan Kamaru dan mendorong industri perikanan berjaya di eks Kesultanan Buton itu.

Digagas sejak 2019 lalu, program penguatan kapasitas pelabuhan itu belum jua rampung. Kendalanya ada pada pendanaan. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton, Rasmin, membenarkan hambatan tersebut. Kata dia, butuh dana puluhan miliar untuk mengoptimalkan sektor perikanan di otorita La Bakry itu. “Konsepnya memang di sana (Pelabuhan Kamaru) akan menjadi industri terintegrasi. Ada tempat berlabuh kapal-kapal ikan, ada pusat pembinaan nelayan, ada pabrik es dan lain-lainlah,” katanya.

Grafis Ikan Buton

Saat ini Pemkab Buton baru membebaskan lahan ratusan hektare lahan untuk pengembangan kawasan itu. Soal infrastrukturnya, proyek itu pun kini didorong untuk mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi. “Pak Gubernur sudah ambil alih. Sekarang sudah DKP Provinsi yang gawangi. Tahun lalu kita sudah diundang untuk bahas detail engineering design (DED). 2021 ini belum ada penyampaian lagi. Yang jelas kita akan dibantu, tapi komitmennya tahun 2022 sudah bisa dimanfaatkan,” tambah mantan Sekretaris KPU Buton itu.

Bicara potensi, menurut Rasmin, tidak berlebihan jika pihaknya membanggakan sumber daya kelautan. Sebab, total yang termanfaatkan saat ini masih jauh dari potensi yang ada. Setiap tahun, Buton hanya meraup 26 ribu ton hasil perikanan tangkap. “Baru segitu yang bisa. Soalnya sarana dan prasarana kita juga terbatas. Kemudian nelayan kita masih perlu ditingkatkan juga keahliannya. Kita butuh program pemberdayaan. Tapi dalam DAK item yang ada hanya bantuan kapal saja, ya itu saja kita klik,” papar Rasmin.

Untuk diketahui, ada 8.000 nelayan aktif di perairan Buton. Ada yang menjadikannya sebagai mata pencaharian utama adapula yang sebatas sambilan. Sementara sarana penangkapan ikan berupa perahu papan tanpa motor dan menggunakan motor tempel masing-masing sekitar 1.000 unit. Ada juga yang sudah menggunakan ketinting jukung, jumlahnya juga sama sekitar 1.000 unit. Sedangkan untuk kapal motor yang paling dinantikan nelayan untuk dimiliki itu hanya ada 79 unit saja. Dengan sarana itu, wajar jika hasil tangkap mereka belum maksimal sesuai potensi. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy