Rusman Emba Dorong Industrialisasi Pertanian


KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Muna, LM. Rusman Emba, mendesain pengembangan pertanian daerah ke arah industri. Konsep itu untuk memaksimalkan produktivitas sekaligus meningkatkan taraf hidup petani. Pertanian berbasis industri juga untuk menjawab kebutuhan pasar. Rusman mengatakan, dunia pertanian saat ini membutuhkan inovasi dan kreatifitas dalam menunjang produksi komoditas. Salah satu
model industri itu yang akan dikembangkan ialah korporasi petani. Konsep itu bertujuan memerkuat kelembagaan petani dalam mengelola usaha di sektor pertanian.

Rusman Emba

“Pertanian sekarang harus berbasis industri untuk mengikuti perkembangan pasar. Jadi mulai dari teknik bercocok tanam sampai pemasaran nantinya akan menggunakan manajemen seperti halnya perusahaan,” jelasnya, kemarin. Korporasi petani itu menekankan peran petani bukan saja sebagai penggarap lahan, melainkan juga merangkap sebagai tenaga pemasaran secara langsung. Petani didorong lebih kreatif dalam segi bercocok tanam maupun menjual hasil produksinya. “Konsep ini akan diikuti peningkatan kapasitas petani. Tidak saja soal cara bercocok tanam, melainkan juga kemampuan membaca peluang pasar dan mengelola sumber daya yang dimiliki,” paparnya.

Sejauh ini, sudah ada empat korporasi petani yang terbentuk di Muna. Diantaranya koperasi produsen Sugi Patani Agro dan Soneangka Kabangka Jaya yang bergerak dibidang komoditi jagung kuning. Sementara untuk tahun 2021 ini, Pemkab sedang mengupayakan pembangunan pabrik jagung kuning dengan bekerja sama dengan investor. “Tahun lalu kita bentuk korporasinya, sedangkan tahun ini akan kita usahakan pabriknya,” paparnya.

Muna-1 itu melanjutkan, sektor pertanian bisa menjadi andalan dimasa depan. Hanya saja, diakuinya proses pengembangannya butuh waktu karena dukungan anggaran daerah yang kurang memadai. Meski demikian, ia memastikan arah kebijakannya akan selalu berpihak pada pertanian. “Pintu kesejahteraan itu salah satunya pertanian. Secara bertahap akan kita maksimalkan,” pungkasnya. (c/ode)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *