Revitalisasi 14 Makam Leluhur Terkendala Anggaran – Kendari Pos
Konawe

Revitalisasi 14 Makam Leluhur Terkendala Anggaran

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe berniat melakukan revitalisasi makam leluhur di wilayah tersebut. Hanya saja, Pemkab terkendala pembiayaan karena sebagian besar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Konawe dialihkan untuk menangani Covid-19. Sejumlah organisasi budaya di Konawe pun tergerak membantu pendanaan Pemkab untuk revitalisasi makam leluhur. Organisasi adat itu yakni Kajian Sejarah, Adat dan Budaya (Karada) Tolaki, Banderano Tolaki, Ta’awuno Tolaki dan Ana Ndolaki Mepokoaso.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara (tengah) saat menemui perwakilan organisasi budaya di daerah itu, kemarin.

Wakil Bupati (Wabup) Konawe, Gusli Topan Sabara, mengatakan, beberapa organisasi budaya tersebut sudah sepakat membentuk panitia penggalangan dana untuk membantu Pemkab merevitalisasi makam leluhur di Konawe. Gusli menyebut, pada tahun 2020, Pemkab Konawe sempat menganggarkan biaya revitalisasi sebanyak tujuh makam leluhur. Hanya saja, alokasi anggaran tersebut tidak terealisasi lantaran sebagian besar kas daerah direfocusing untuk penanganan Covid-19.

“Tahun ini kita usul kembali (anggaran revitalisasi makam leluhur). Tapi ditangguhkan kembali karena keterbatasan anggaran daerah,” ujar Gusli Topan Sabara, Selasa (5/1). Dengan kondisi tersebut, Gusli menambahkan, organisasi budaya di Konawe lantas berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya untuk melakukan pemugaran makam leluhur di wilayah setempat. Mantan Ketua DPRD Konawe itu merinci, secara akumulasi, ada 14 makam leluhur yang sudah ditarget untuk direvitalisasi. Kesemuanya, yakni makam Siwole Mbatohu Pitu Dulabatuno Konawe, Sabandara Wowa Latoma, Inea Sinumo, Barata I Hana, Barata I Moeri, Sulemandara, Kapita Anamolepo, Kapita Lau Bondoala, Tutuwi Motaha, Tusawuta, Kotubitara, Sangia Ngginoburu, serta makam Sangia Halu Oleo.

“Selain 14 makam leluhur itu, teman-teman organisasi budaya ini juga melakukan penggalangan dana untuk membiayai pengadaan tiga lukisan leluhur Konawe. Antara lain lukisan Sangia Inato, Sangia Mbinauti dan Sangia Ngginoburu. Nantinya, lukisan-lukisan itu akan dimuseumkan,” tambahnya. Ketua DPD PAN Konawe itu menyebut, biaya yang dibutuhkan untuk membuat tiga lukisan leluhur Konawe tersebut yakni sebesar Rp 300 juta. Sementara, revitalisasi makam-makam leluhur menyerap biaya Rp 2,4 miliar. Sehingga, total akumulasi biaya pembuatan lukisan dan makam leluhur di Konawe tersebut membutuhkan biaya Rp 2,7 miliar.

“Makam leluhur ini sudah ratusan tahun tak terawat dengan baik. Sudah saatnya kita semua berpartisipasi menjaga kelestarian situs-situs warisan leluhur di Konawe. Sebagai generasi penerus para leluhur, kita ingin masyarakat bisa lebih mengenal sejarah dan kebudayaan di Konawe,” tandas Gusli Topan Sabara. (c/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy