Respon Surat Edaran Gubernur, Wali Kota Evaluasi PBM Tatap Muka – Kendari Pos
Metro Kendari

Respon Surat Edaran Gubernur, Wali Kota Evaluasi PBM Tatap Muka

KENDARIPOS.CO.ID — Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir bakal mengevaluasi tiga sekolah yakni SMPN 19 Kendari, SMPN 21 dan SMPS Frater yang menggelar uji proses belajar mengajar (PBM) Tatap Muka. Upaya itu dilakukan guna merespon Surat Edaran Gubernur Sultra nomor 420/105 tentang penundaan pembelajaran tatap muka pada semester genap tahun ajaran 2021 d isemua satuan tingkat pendidikan di Sultra di masa pandemi.

“Kita akan evaluasi segera. Belajar tatap muka kemarin kan masih tahap uji coba. Kalau kita anggap aman dan berjalan baik, maka akan diusul dengan sekolah-sekolah berikutnya yang memenuhi kriteria sesuai protokol covid-19. Begitupun sebaliknya, kalau ada instruksi dari pemerintah untuk menunda ya kita akan tunda,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

PBM tatap muka kata dia, adalah salah satu upaya pihaknya dalam merespon aspirasi warga yang mengeluhkan PBM secara dari sejak Maret 2019 lalu. Dia pun memastikan, tiga sekolah yang dibuka memenuhi syarat PBM tatap muka di masa pandemi seperti tersedianya sarana dan prasarana prokes mulai dari wadah pencuci tangan, handsanitiser, masker, pengaturan jarak tempat duduk siswa, dan unit kesehatan sekolah (UKS).

Belajar tatap muka kata dia, dilaksanakan dengan pengawasan yang ketat, dengan modifikasi sistem belajar yang tepat baik, misalnya dari sisi kapasitas ruang kelas belajar (RKB) dikurangi menjadi setengah atau 50 persen. Jam belajar dibatasi hanya 4 jam, serta proses kedatangan dan kepulangan siswa juga diawasi. “Mudah-mudahan ikhtiar kita ini bisa menjadi jawaban atas permasalahan yang timbul menimpa dunia pendidikan kita. Memang masih belum ideal, tapi mudah-mudahan kita bisa temukan cara yang terbaik,” kata Sulkarnain.

Terpisah, Kepala SMPN 21 Kendari, Zamli mengaku masih menunggu instruksi Wali Kota Kendari perihal penundaan PBM tatap muka. Pasalnya, kebijakan untuk menunda adalah kebijakan kepala daerah. “Kalau diinstruksikan untuk tidak tatap muka, maka kita akan laksanakan dan kembali ke proses BDR (belajar dari rumah) atau PJJ (pembelajaran jarak jauh),” kata Zamli.

Selama ini, pihaknya menerapkan metode BDR/PJJ dan tidak melaksanakan PBM secara daring (online). Itu dikarenakan letak sekolah yang berada dititik (spot) lemah jaringan sehingga tidak memungkinkan untuk belajar daring. “Jaringan sangat lemah, tidak bisa belajar online pakai aplikasi zoom dan lainnya. Selama ini siswa laksanakan BDR. Mereka per dua hari datang ke sekolah untuk mengambil buku paket untuk belajar di rumah dan mengumpulkannya kembali pada dua hari kemudian untuk dievaluasi ,” kata Zamli.

Uji coba PBM tatap muka sepekan terakhir berjalan lancar. Siswa sangat antusias mengikut kegiatab belajar dikelas yang tentunya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Jumlah siswa kami hanya 22 orang, lokasi sekolah juga berada jauh dari perkotaan atau berada di kawasan Abeli Dalam. Jadi sangat memenuhi syarat untuk menggelar PBM tatap muka. Akan tetapi semua kami kembalikan kepada pemerintah. Kalau diperintahkan untuk menunda, tentu kita akan tunda,” kata Zamli. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy