Rektor UHO : Vaksin Sudah Uji Lab dan Uji Klinis – Kendari Pos
Nasional

Rektor UHO : Vaksin Sudah Uji Lab dan Uji Klinis

Prof.Dr.Muhammad Zamrun Firihu

KENDARIPOS.CO.ID — Mengenyahkan pandemi Covid-19 dari Bumi Sultra bersemayam dalam diri Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Prof.Dr.Muhammad Zamrun Firihu. Kokohnya komitmen sang rektor, dibuktikan dengan dukungannya terhadap program vaskinasi yang dicetuskan pemerintah pusat. Secara kelembagaan UHO siap menjadi “benteng” Sultra dalam membasmi Covid-19.

Dukungan itu bukan hanya sekadar retorika semata. Rektor UHO, Prof.Dr.Muh.Zamrun Firihu “menghibahkan” dirinya menjadi relawan saat penyuntikan perdana vaksin Sinovac. Bagi rektor, vaksin Sinovac aman dan halal. Wajar saja, rektor UHO bukanlah akademisi biasa. Dia adalah ilmuwan dan dia meyakini vaksin itu diproduksi setelah melalui berbagai tahapan ilmiah dan klinis.

“Saya ini ilmuwan. Saya tahu vaksin ini disiapkan tidak dalam satu dua hari atau satu dua pekan. Tetapi sudah melalui proses panjang dan melalui kajian akademis yang tidak singkat. Saat diberikan kepada masyarakat, saya yakin vaksin ini sudah melalui kaidah ilmiah kedokteran,”ujar Prof.Dr.Muh.Zamrun Firihu kepada Kendari Pos, Minggu (17/1) kemarin.

Bahkan sudah melalui tahapan uji laboratorium dan uji klinis, setelah itu BPOM mengeluarkan izin penggunaan oleh masyarakat. MUI juga sudah nyatakan halal dan aman. “Makanya saya menyatakan diri sebagai relawan untuk menerima vaksin itu,” ungkap rektor UHO. Prof.Dr.Muh.Zamrun Firihu membuktikan keamanan dari vaksin Sinovac. Sampai saat ini, rektor tak merasakan efek samping. “Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada keluhan. Usai divaksin saya hanya merasa mengantuk. Tidak ada keluhan lain,” jelasnya.

Vaksinasi diberikan tidak secara serampangan. Namun mesti melalui tahapan sebelum penerima diberi vaksin. Calon penerima vaksin menjalani tahap pemeriksaan seperti tekanan darah dan riwayat kesehatan dikaji. “Dan itu melalui beberapa meja. Ada tahapan screening. Tujuannya untuk memastikan penerima vaksin memenuhi kriteria atau tidak sebagai menerima vakasin. Buktinya, saat pencanangan ada yang dinyatakan tidak layak,” jelas Prof.Dr.Muh.Zamrun Firihu.

Berangkat dari pengalamannya sebagai relawan dan keyakinannya sebagai ilmuwan, Rektor UHO Prof.Dr.Muh.Zamrun Firihu mengajak semua pihak ikut menyukseskan vaksinasi Covid-19. “Ini salah satu ikhtiar kita menekan penyebaran Covid-19. Mari kita bersama-sama menyukseskan program vaksinasi ini. Saya sudah memberilan contoh kepada masyarakat dan warga UHO dengan menjadi relawan vaksinasi perdana,” tegas Prof Zamrun Firihu.

Untuk diketahui, 14 Januari lalu, Rektor UHO, Prof.Dr.Muh.Zamrun Firihu menjadi relawan penerima vaksin saat pencanangan di RSUD Bahteramas dan disaksikan Gubernur Sultra, Ali Mazi, Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas serta pejabat lainnya. Dalam kesempatan itu, rektor UHO menyatakan secara kelembagaan UHO mendukung vaksinasi.

Bahkan dia menambahkan, apabila pemerintah pusat memerintahkan perguruan tinggi melakukan vaksinasi maka UHO siap menunaikannya. “Namun sampai hari ini belum ada (kebijakan). Pada intinya apa yang menjadi kebijakan pemerintah, kita akan laksanakan nanti, termasuk vaksinasi seluruh mahasiswa, tentunya kami siap. Kami masih menunggu arahan pemerintah pusat,”pungkas Prof.Dr.Muh.Zamrun Firihu.

Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan, pencanangan vaksinasi covid-19 merupakan indikator Pemprov Sultra mendukung dan bertekad menyukseskan vaksinasi Covid-19 yang dicetuskan pemerintah pusat. “Untuk itu, saya minta agar semua pihak untuk berpartisipasi menyukseskan vaksinasi Covid-19 ini. Pastikan setiap sasaran mendapatkan vaksinasi covid-19 lengkap, sesuai anjuran kualitas pelayanan yang baik,”ujarnya.

Oleh karena Presiden Joko Widodo sudah mengikuti vaksinasi, maka tidak ada alasan masyarakat khawatir akan efek samping. Di Sultra, Rektor UHO dan pejabat lainnya sudah divaksin dan hingga saat ini tidak ada keluha. “Alhamdulillah sukses dilaksanakan di Sultra. Ini sebtulnya tidak ada masalah. Kita sudah menyaksikan presiden divaksin dan tidak ada masalah sama sekali sampai hari ini,” paparnya.

Menurut gubernur, vaksinasi ini bertujuan mengurangi transmisi atau penularan Covid-19, menurunkan angka sakit dan kematian akibat Covid-19. Selain itu untukl meningkatkan kekebalan tubuh kelompok masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. “Upaya pencegahan melalui vaksinasi ini jauh lebih hemat biaya jika dinilai dari sisi ekonomi apabila dibandingkan dengan upaya pengobatan,” jelas gubernur. (uli/rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy