Politeknik VDNI Dipastikan Beroperasi Tahun Ini


KENDARIPOS.CO.ID — Tak lama lagi, kampus politeknik industri bakal berdiri megah di Konawe. Pembangunan kampus tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah kabupaten (pemkab) Konawe, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), serta lembaga perguruan tinggi.

Jubir PT VDNI dan PT OSS,
Dyah Fadhilat.

Meski belum mempublish biaya pendirian politeknik, anggaran pembangunan kampus itu sepenuhnya menjadi gawean PT. VDNI. Oleh perusahaan, kampus itu dipastikan bisa beroperasi tahun ini dan diberi nama Virtue Dragon Institute of Technology (VDIT).

Juru bicara (Jubir) PT.VDNI dan PT.OSS, Dyah Fadhilat, mengatakan, pembangunan Politeknik itu merupakan bentuk kepedulian perusahaan smelter tersebut terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal di jazirah Sultra, khususnya yang berada di Kabupaten Konawe. Ia menyebut kampus itu bakal dinamai Virtue Dragon Institute of Technology (VDIT).

“Proses pembangunan gedung politeknik tersebut saat ini sudah berjalan dan sedang dalam tahap seleksi vendor. Diperkirakan sebelum tahun ajaran baru 2021, pengerjaannya sudah selesai dan siap untuk beroperasi,” ujar Dyah Fadhilat kepada Kendari Pos, kemarin.

Mengenai lokasi pembangunan VDIT, katanya, kampus itu bakal didirikan di kompleks pabrik yang berada di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. Sejauh ini, ia pun belum tahu apakah ada lokasi lain yang dipilih untuk dijadikan tempat kampus tersebut didirikan.

“Kita sudah pernah keluarkan statement, lokasi kampus ada di kompleks VDNI Park. Di Morosi. Kalau informasi resmi dari perusahaan seperti itu. Kita tidak tahu mengenai rencana pemindahan lokasi di Pondidaha. Saya juga baru dengar itu,” ungkap Dyah Fadhilat.

Lanjut Dyah, sapaan karibnya, untuk tahap awal, VDIT akan diprioritaskan bagi warga lokal. Harapannya, siswa-siswi SMA sederajat yang baru lulus sekolah, bisa tertarik untuk mendalami pengetahuan mengenai industri dengan melanjutkan studi di VDIT.

“Untuk jangka panjangnya, penerimaan mahasiswa di kampus politeknik itu, akan dibuka secara umum. Sehingga, bisa menyerap mahasiswa dari luar Sultra,” tutur Dyah.

Dirinya memproyeksi, untuk penerimaan perdana mahasiswa di VDIT kemungkinan dilakukan pada Mei 2021, pasca pembangunan kampus tersebut kelar. Adapun jurusan yang rencananya dibuka di kampus politeknik itu, yakni metalurgi, teknik mesin dan teknik kelistrikan. Kesemuanya merupakan jurusan dengan spesifikasi Diploma III (D-3). Untuk gelombang pertama nanti, sambung Dyah, Fadhilat, kuota yang akan dibuka untuk penerimaan mahasiswa adalah sejumlah 320 orang.

“Perusahaan saat ini telah menjajaki kerjasama dengan beberapa kampus dalam negeri untuk menyusun materi pembelajaran, rekrutmen dan program magang. Perguruan tinggi tersebut diantaranya Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Sebelas November (USN) Kolaka,” tandasnya.

Sebelumnya, tim Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI berkunjung ke Konawe, 29 Desember 2020 lalu. Tim yang diutus Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan itu, dipimpin penasehat khusus Menko Marves bidang informasi dan teknologi, Prof. Yohanes Surya Ph.D. Dari hasil fasilitasi Kemenko Marves ke Konawe tersebut, disepakati bahwa Politeknik itu nantinya akan berada dibawah naungan yayasan yang dibentuk dari kolaborasi pemerintah provinsi pemprov Sultra dan pemkab Konawe.

“Di dalam yayasan itu, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pembina yakni Gubernur Sultra dan Bupati Konawe. Kita berharap, kampus berskala internasional ini nantinya menjadi wadah masyarakat dalam meningkatkan skill terkait teknologi pertambangan,” ucap Prof Yohanes Surya Ph.D. (adi/b).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *