Pinjaman Harus Dukung Percepatan Pembangunan – Kendari Pos
Muna

Pinjaman Harus Dukung Percepatan Pembangunan


KENDARIPOS.CO.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna sudah mengetahui rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengajukan pinjaman ke Kementerian Keuangan senilai Rp 400 miliar. Dewan berharap pinjaman itu digunakan untuk mendukung percepatan pembangunan di daerah. Ketua DPRD Muna, La Saemuna, menerangkan, kebijakan mengajukan pinjaman memang dimungkinkan bagi daerah yang merasa ruang fiskalnya tidak memadai untuk membiayai sejumlah program pembangunan. Apalagi, saat ini memang daerah-daerah di Indonesia termasuk Muna mengalami pemotongan dana alokasi umum akibat kebijakan negara dalam menangani dampak pandemi Covid-19.

La Saemuna

Hal itu dinilainya sebagai salah satu alasan yang mendasari Pemkab Muna sehingga mencari sumber pendapatan baru meskipun dengan mengajukan kredit daerah. “Rencana itu memang sah-sah saja. Karena ruangnya disediakan, maka Pemkab mungkin mencoba mengajukan (pinjaman) itu. Apalagi, Dewan sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan nomor 105 tahun 2020 hanya menerima pemberitahuan, tidak dalam kapasitas memberi persetujuan atas rencana itu,” jelasnya, kemarin.

Meski demikian, Politikus Partai Hanura itu mengaku belum mendalami lebih jauh mengenai rencana pinjaman tersebut. Dewan juga, kata dia, belum memasuki agenda pembahasan pinjaman dalam rapat pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja tahun 2021 yang diajukan Pemkab Muna. Hanya saja, ia mengaku akan mendukung kebijakan itu jika peruntukkan dana pinjaman tersebut jelas dan terukur.

“Jelas dan terukur itu maksudnya pinjaman harus digunakan untuk percepatan pembangunan di segala lini. Mulai dari infrastruktur sampai pemberdayaan. Karena tujuan utamanya untuk meningkatkan ekonomi dalam rangka kesejahteraan masyarakat. Tetapi lebih jelasnya soal sikap anggota DPRD nanti diketahui pada saat rapat gabungan komisi,” paparnya.

Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muna, La Mahi, menerangkan proposal pinjaman telah resmi diajukan kepada Kementerian Keuangan, pekan lalu. Pinjaman itu kata dia memanfaatkan ruang yang disediakan PMK 105 tahun 2020 tengang program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sesuai aturan yang sama, disebutkan jika kebijakan mengajukan pinjaman bisa dilakukan Pemkab tanpa perlu meminta persetujuan DPRD Muna. Ia juga menyebut jika dari Rp 400 miliar nilai pinjaman, sebagian diantaranya akan dialokasikan untuk membangun pasar sentral Laino dan pabrik jagung kuning. “DPRD Muna hanya menerima pemberitahuan, bukan persetujuan. Kita juga mengajukan pinjaman dengan peruntukan yang jelas yakni percepatan pembangunan,” jelasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy