Persentase Angka Kemiskinan di Kolut Menurun


KENDARIPOS.CO.ID — Dalam kurun waktu lima tahun, sejak 2016 lalu, persentase angka kemiskinan di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) diklaim mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat, periode setahun terakhir (2019-2020) terjadi pengurangan sebesar 0,23 persen. Kepala BPS Kolut, Zablin, menjelaskan, angka warga miskin Kolut tahun 2020 memang naik tipis sebesar 19,8 ribu jiwa seiring pertambahan jumlah penduduk. Namun secara persentase, turun dari 13,19 persen menjadi 12,96 persen atau menyusut 0,23 persen. ” Selain persentase penduduk miskin yang turun, pendapatan perkapita perbulan mengalami kenaikan,”paparnya, kemarin.

Zablin

Tahun 2019 misalnya, pendapatan perkapita masyarakat miskin setiap bulannya hanya sebesar Rp 454.127, lalu naik menjadi Rp 494.836 pada 2020. Persentase dalam kurun enam tahun terakhir memang secara persentase menurun namun pada 2020 itu berjalan lamban berdasarkan rata-rata pengeluaran konsumsi yang di bawah standar. Meski pendapatan per kapita 2020 sambung dia naik tipis Rp 40.709, namun itu lebih baik dibanding tahun 2018-2019 yang hanya sebesar Rp 133 dari Rp 453.994 ribu menjadi Rp 454.127 ribu. “Angka persentase 2019-2020 ini sebelum masa Covid-19 ya,” rincinya, menekankan.

Zablin menyebut, kantong pendapatan warga Kolut secara umum ada pada sektor pertanian. Di Kolut, meskipun sebelumnya belum berdampak Covid-19 namun pengiriman ikan ke Makassar sudah dihentikan. Sementara di perkebunan seperti kakao dan cengkih juga memang ada kecenderungan harga menurun. “Kalau pasca pandemi itu kami belum bisa sampaikan karena harus berdasarkan data. Bisa jadi turun, naik atau landai. Tetapi kami tidak ingin berandai-andai,” pungkasnya. (c/rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *