Perjalanan Darat, Laut dan Udara Wajib Rapid Test Antigen – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Perjalanan Darat, Laut dan Udara Wajib Rapid Test Antigen

KENDARIPOS.CO.ID — Bagi warga Sultra yang hendak bepergian mesti mengantongi menjalani prosedur rapid test antigen atau Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Pelaku perjalanan harus menunjukkan surat keterangan negatif.

Aturan itu tertuang dalam empat SE Menteri Perhubungan yang mulai berlaku 9 Januari hingga 25 Januari 2021. Empat SE sebagai petunjuk pelaksanaan (juklak) perjalanan orang untuk perjalanan moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api. Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra Hado Hasina merinci SE Menhub Nomor 1 tahun 2021 mengatur juklak transportasi darat, SE nomor 2 untuk transportasi laut, SE nomor 3 untuk transportasi udara dan SE nomor 4 untuk transportasi kereta api.

Khusus perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi udara, calon penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam waktu 3 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.
“Itu khusus pemberangkatan menuju seluruh daerah di Indonesia, kecuali Bali,”ujarnya kepada Kendari Pos, kemarin.

Khusus penumpang tujuan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam waktu 2 x 24 jam sebelum berangkat.

Selain itu, kata Hado Hasina, penumpang wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes) saat berada di bandara maupun selama perjalanan. Bukan hanya itu, penumpang tidak diperkenankan berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langasung selama perjalanan. “Penumpang tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan yang kurang dari dua jam, terkecuali bagi mereka yang wajib mengonsumsi obat-obatan untuk pengobatan,” jelasnya.

Jika melanggar ketentuan dimaksud, kata Hado, maka sudah dipastikan penerbangan calon penumpang dibatalkan. “Kebijakan ini diambil menimbang pekembangan wabah covid-19 yang meningkat. Jadi untuk memastikan penumpang aman, maka diterapkanlah aturan baru ini. Semoga masyarakat bisa memakluminya demi kesehatan dan keselamatan kita bersama,” kata Hado Hasina.

Terpisah, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Halu Oleo Kendari Benyamin Noach Apituley membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pemberlakuan kebijakan tersebut menimbang hasil rapdi test antigen atau RT-PCR sangat akurat ketimbang melalui metode pemeriksaan rapid test antibodi.

“Kami sudah diterapkan. Sudah disosialisasikan kepada masyarakat dan calon penumpang melalui berbagai sumber informasi seperti media sosial dan media massa. Bagi calon penumpang yang berangkat dari Kendari tersedia swab antigen di klinik TNI AU dan rumah vaksin di bandara,” kata Benyamin.

Kendati hasil (antigen) negatif namun calon penumpang menunjukkan gejala covid-19 seperti demam, batuk, pusing (sakit kepala) dan sesak nafas, kata Benyamin, maka tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan dan disarankan menjalani pemeriksaan atau isolasi mandiri selama 14 hari.

Selain mengatur penumpang, lanjut dia, kebijakan Menhub tersebut mengatur penyelenggara angkutan udara. Setiap awak pesawat udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR atau rapid test antigen. Sampelnya diambil paling lama 14 x 24 jam (2 minggu) sebelum pemberangkatan.”Maskapai tidak diperkenankan memberikan makanan dan minuman pada penumpang dalam penerbangan berdurasi di bawah dua jam, kecuali untuk kepentingan medis,” pungkasnya.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Sultra, Benny Nurdin Yusuf mengatakan, saat ini seluruh rute transportasi darat diperketat dengan adanya aturan Kemenhub. “Rujukan kita semua dari pusat yakni seluruh jalur transportasi antarwilayah baik angkutan sungai, danau, dan penyeberangan baik pribadi maupun umum, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen 3 kali 24 jam sebelum keberangkatan,” ujarnya kepada Kendari Pos, Minggu (10/1) kemarin.

Pemerintah daerah bersama gugus tugas, dapat melakukan tracking dengan memfasilitasi rapid test antigen para penumpang secara random saat tiba maupun akan berangkat. “Aturan ini merujuk pada empat SE Kemenhub yang salah satunya adalah SE Nomor 1 tahun 2021 mengatur juklak transportasi darat. Ini dilakukan melihat hampir sebagian besar wilayah memiliki angka penyebaran yang cukup signifikan. Begitu pula di Sultra, masih menunjukan zona orange dengan risiko sedang mendekati tinggi. Bila sudah menurun maka aturan ini juga bakal menyesuaikan, ” ungkapnya. (ags/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy