Pengamat : Politik Uang Masih Warnai Pilkada

KENDARIPOS.CO.ID — Meski Pilkada digelar di tengah wabah Covid-19, partisipasi masyarakat menyalurkan hak suara tinggi, melampui target nasional senilai 75,5 persen. Hanya saja, banyak masyarakat Sultra yang terlibat praktek politik uang.

Pendapat itu disampaikan Pengamat Politik Sultra, Dr. Najib Husain. Ia mengungkapkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan, setidaknya 46 persen warga Sultra masuk kategori penerima money politic. “Kita berharap kurva atau angka transasaksi money politik di tengah masyarakat saat momentum pemilihan terus terminilir. Agar sistem demokrasi kita sehat dan bersih dari berbagai kejatahan politik,” harapnya.

Dr. Muh. Najib Husain

Selama tahapan pilkada, kata dia, kesadaran masyarakat yang cukup tinggi terhadap penerapan protokol kesehatan. “Ini menunjukkan kemajuan pemahaman politik rakyat. Bahwa partisipasi bukan saja pada aspek menyalurkan hak suara, namun ikut serta menjaga ketertiban dan mematuhi rambu-rambu regulasi pemilihan dengan baik, juga bagian penting yang wajib dilaksanakan. Yang muaranya untuk melahirkan pilkada yang lancar dan aman,” kata Najib Husain.

Situasi tersebut, sambung Najib Husain, mesti dipelihara dan terus ditumbuhkan agar pemilihan yang akan datang, bisa lebih meningkat dari pencapaian pilkada 2020. “Banyak cara atau strategi untuk menyelenggarakan pemilihan yang sukses. Namun yang paling fundamental adalah merawat sinergi. Karena tanpa kekompakan, suksesnya pilkada hanya akan menjadi fatamorgana belaka,” jelasnya.

Najib Hasin menjelaskan, tingginya partisipasi pemilih 9 Desember 2020, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor politik. Kesadaran politik masyarakat akibat masifnya sosialisasi oleh penyelenggara, figur yang tampil merupakan kandidat idola pemilih.

Adanya afiliasi partai politik dengan organisasi kemasyarakatan, juga ikut memengaruhi partisipasi pemilih. Termasuk mobilisasi paslon tertentu dengan menggunakan cara money politik untuk menarik simpati sekaligus dukungan para pemilih. (ali/b).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *