PBM Tatap Muka Perlu Dikaji Ulang

KENDARIPOS.CO.ID — Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, Rajab Jinik meminta pemkot untuk mengkaji ulang kebijakan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di SMPN 21 Kendari. Itu penting dilakukan guna melindungi siswa dari potensi penularan covid-19 yang masih menjadi pandemi saat ini.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir (kiri) saat meninjau kesiapan salah satu SMPN di Kota Kendari jelang PBM tatap muka

Menurut Rajab, pembukaan sekolah belum ada instruksi langsung dari pemerintah pusat maupun Pemprov Sultra. Apalagi Kota Kendari masih zona merah. Untuk itulah, belajar tatap muka harus dievaluasi. “Biar uji coba tetap tidak bisa. Jangan memaksakan sesuatu, kita harus memikirkan dampaknya nanti. Terlebih sudah ada SE gubernur. Bagi daerah yang melanggar akan diberikan sanksi. Jadi, jangan sampai kita mendapatkan sanksi,” tandas politisi Partai Golkar ini kemarin.

Agar pembelajaran tetap berlangsung tanpa harus tatap muka, Rajab meminta agar pemerintah bisa memfasilitasi siswa yang ada di SMPN 21 Kendari, misal pemberian HP android seperti yang dilakukan pemerintah kepada siswa di SMPN 9 Kendari

“Biar terkendala fasilitas itu tidak bisa dipaksakan. Solusi yang harusnya diberikan pemerintah sekarang adalah kenapa SMPN 9 difasilitasi dengan Hp. Kita minta semua SMP ini kan punya dana bos, termasuk SMPN 21 Kendari, nah gunakanlah dana itu untuk siswa yang belum memiliki Hp android,” jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Kendari mengungkapkan PBM tatap muka yang digelar di SMPN 21 adalah salah satu upaya pihaknya dalam merespon aspirasi warga yang mengeluhkan PBM secara dari sejak Maret 2020 lalu. Selain itu, akses jaringan internet yang lemah, jumlah siswa yang sedikit serta letak sekolah yang jauh dari pusat kota menjadi alasan pihaknya mengizinkan sekolah tersebut tetap menggelar tatap muka.

“Kebijakan tersebut diharapkan membuat siswa tak ketinggalan pelajaran. Tapi kami akan pantau terus. Kita juga tetap evaluasi, jika perkembangan covid-19 semakin meningkat tentu kita tutup kembali. Tapi sejauh ini covid-19 di Kota Kendari masih terkendali,” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)

Kasus Covid-19 di Kota Kendari
Pertanggal 15 Januari 2021 Hingga Pukul 15.00 Wita
Positif 4.105 Kasus
Perawatan 200 Pasien
Sembuh 3.852 Orang
Meninggal Dunia 53 Pasien

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *