OJK Siapkan Kebijakan Stimulus Lanjutan – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

OJK Siapkan Kebijakan Stimulus Lanjutan

Mohammad Fredly Nasution

KENDARIPOS.CO.ID —Untuk menjaga stabilitas industri jasa keuangan dan meningkatkan kontribusinya dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyiapkan berbagai kebijakan stimulus lanjutan. Kebijakan tersebut dituangkan dalam Masterplan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025 yang  akan fokus pada lima prioritas.

Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution menjelaskan, prioritas pertama yakni kebijakan stimulus program pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui berbagai kebijakan. Di antaranya, memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak Covid-19 hingga 2022 dan memberikan sovereign rating dalam perhitungan permodalan berbasis risiko apabila lembaga jasa keuangan (LJK) membeli efek yang diterbitkan oleh Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sesuai tujuan Undang-Undang Cipta Kerja.

Selain itu, OJK juga mengeluarkan relaksasi kebijakan prudensial yang sifatnya temporer yakni restrukturisasi kredit/pembiayaan berulang selama periode relaksasi dan tanpa biaya yang tidak wajar/berlebihan, penurunan bobot risiko kredit (ATMR) untuk kredit dan pembiayaan properti dan pembiayaan kendaraan bermotor, serta penyesuaian batas maksimum pemberian kredit dan penurunan bobot risiko kredit untuk sektor kesehatan.

Kedua, penguatan ketahanan dan daya saing sektor jasa keuangan. OJK akan mempercepat konsolidasi di industri jasa keuangan melalui penerapan kebijakan permodalan minimum. Sebelumnya sudah empat bank umum melakukan akuisisi dan 29 BPR merger yang akan dilanjutkan pada 2021.

“Di industri keuangan non-bank (IKNB), OJK akan memperkuat penerapan tata kelola dan manajemen risiko melalui beberapa kebijakan antara lain batasan investasi dan penyediaan dana besar, penyempurnaan aturan permodalan, serta penetapan status dan tindak lanjut pengawasan (exit policy),” ujar Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution, kemarin.

Lanjut dia, fokus ketiga OJK yaitu pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan. OJK melanjutkan upaya pendalaman pasar keuangan, menjaga market integrity, serta meningkatkan inklusi pasar modal dengan memasukkan bisnis ritel sebagai investor maupun sebagai emiten untuk mendukung pembiayaan pembangunan. Di samping itu, OJK memberikan ruang yang lebih luas bagi lembaga jasa keuangan untuk melakukan multi-activities business yang lebih universal dan berbasis digital.

“OJK akan mempercepat perluasan akses keuangan dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta memperkuat perlindungan konsumen melalui integrasi beberapa skema pembiayaan seperti KUR, Bank Wakaf Mikro, Laku Pandai, dan simpanan pelajar. Upaya ini akan dikoordinasikan oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD),” imbuhnya.

Keempat, akselerasi transformasi digital di sektor jasa keuangan. OJK mendorong digitalisasi produk dan proses bisnis di industri jasa keuangan, termasuk memberikan izin bagi lembaga jasa keuangan untuk mempunyai bisnis yang full digital (bank digital), memperkuat aturan prudensial untuk fintech peer to peer lending (P2P lending) dengan meningkatkan permodalan minimum dan menerapkan fit & proper test bagi pengurusnya, mendukung pertumbuhan start-up fintech, dan menyiapkan ekosistem produk keuangan syariah yang lengkap.

“Fokus kelima dalam MPSJKI 2021-2025 yaitu penguatan kapasitas internal OJK dengan mengembangkan pengawasan secara terintegrasi seluruh produk jasa keuangan termasuk produk digital, serta memonitor potensi risiko yang berasal dari luar sektor jasa keuangan maupun korporasi,” pungkas Mohammad Fedly. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy