Nahkoda Kapal Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan – Kendari Pos
Bau-bau

Nahkoda Kapal Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

KENDARIPOS.CO.ID — Cuaca buruk gelombang tinggi dan angin kencang sedang melanda perairan Kepulauan Buton beberapa hari terakhir. Perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kota Baubau, hantaman gelombang dan angin kencang itu masih akan terjadi selama beberapa hari ke depan. Menyikapi hal itu Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Baubau mengimbau seluruh nahkoda kapal untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kita terus koordinasi dengan BMKG. Gelombang tinggi dan angin kencang memang sedang melanda perairan Buton. Makanya saya minta kepada seluruh nahkoda kapal yang masuk dalam wilayah kerja KUPP Baubau untuk berhati-hati. Bila keadaan untuk berlayar tidak memungkinkan, jangan dipaksakan. Tunda dulu untuk berlayar sampai keadaan laut tenang,” kata Kepala KUPP Kota Baubau, Pradigdo.

Peringatan itu tegas disampaikan KUPP dan termuat dalam surat edaran yang ditujukan pada masing-masing otoritas pelabuhan yamg masuk dalam wilayah tugas Baubau. Ada enam poin penting sebagai bahan peringatan yang salah satunya tentang penundaan pemberian surat persetujuan berlayar (SPB) apabila kondisi cuaca ekstrem. “Seperti dua hari terakhir kondisi cuaca cukup ekstrem, gelombang tinggi, angin kencang disertai hujan. Makanya beberapa kapal yang hendak berlayar kita tunda sementara. Ada juga kapal yang rutenya kita alihkan seperti kapal yang hendak berlayar menuju Boepinang. Kita arahkan berlayar menuju selat Buton dulu, tidak langsung melewati selat Kabaena. Soalnya rawan,” terangnya.

Ada banyak pelabuhan yang menjadi wilayah tugas KUPP Baubau. Seluruhnya jalur laut yang menghubungkan antar pulau di Buton seperti Pelabuhan Kamaru-Wanci, Lasalimu-Wanci, Talaga-Sikeli. “Tapi yang paling rawan adalah rute menuju Wakatobi. Kamaru-Wanci dan Lasalimu-Wanci. Kondisinya dia agak terbuka (dari hantaman gelombang dan angin). Tapi alhamdulillah sampai saat ini swmua masih aman. Semoga para nahkoda tetap waspada dengan memperhatikan kondisi cuaca dan mengikuti intruksi dari otoritas pelabuhan. Sehingga tidak ada insiden apapun,” sambung Pradigdo.

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang melanda perairan Pulau Buton tidak hanya membahayakan kapal-kapal kecil. Kapal Pelni pun cukup kesulitan saat hendak memasuki perairan Baubau untuk sandar. Terpaan gelombang dan angin laut yang kencang membuat nahkoda kesulitan untuk melabuhkan kapal. “Kalau saat berlayar memang tidak terlalu berdampak, karena kapal Pelni besar. Tapi saat mendekati dermaga untuk berlabuh, sapuan ombak dan angin juga mengkhawatirkan. Makanya saya pantau terus,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi UPTD Pelabuhan Feri Baubau, LM. Muhta, mengatakan pihaknya sempat mengurangi trip berlayar selama dua hari karena kondisi cuaca ekstrem. Yakni saat gelombang tinggi disertai angin kencang dan hujan pada Senin (18/1) dan Selasa (19/1). “Untuk trip ke 12 (trip terakhir) rute Baubau-Waara tidak kita izinkan berlayar. Itu berturut-turut selama dua hari. Kita tidak mau ambil risiko karena kondisi gelombang dan angin laut cukup kencang. Kemudian selama beberapa hari terakhir ini muatan kapal juga kita kurangi. Kalau penyeberangan rute Baubau-Tolandona sehari sekali alhamdulillah tetap normal. Kemudian untuk jalur Baubau- Kadatua-Siompu satu kali sehari juga masih normal. Begitu pula dengan rute Baubau-Donggala seminggu tiga kali. Tapi semua tetap kita imbau agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan,” tutup LM. Muhta. (b/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy