KENDARIPOS.CO.ID — Kota Kendari mendapatkan jatah 8.650 spesimen vaksin. Anti virus bermerk sinovac itu bakal diberikan kepada sekira 4.300 tenaga kesehatan (nakes) di kota lulo. Meski telah mendapatkan “Penawar”-nya, Wali Kota Sulkarnain Kadir mengingatkan seluruh warga metro untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. Pasalnya, wabah covid-19 masih menjadi pandemi. “Meskipun sudah ada vaksin, bukan berarti masyarakat abai terhadap protokol kesehatan. Sebab, dari 8.650 spesimen vaksin itu belum setara dengan jumlah populasi warga kota Kendari yang tercatat sekira 400 ribu jiwa,” kata Sulkarnain Kadir.

Senada, Jubir Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari dr Algazali Amirullah meminta warga metro untuk tidak abai dengan prokes. Dia khawatir jangan sampai dengan adanya vaksin, warga lantas lengah dan berpikir covid-19 telah ada “obatnya”.
Vaksin kata dia bukan sebagai obat melainkan zat untuk memberikan kekebalan kepada manusia. Adapun kemunculan vaksin terjadi karena dua hal. Pertama secara alamiah, misalnya saat ini sedang pandemi (covid-19). Itu bisa saja timbul secara alamiah dalam tubuh manusia. Kedua, vaksin buatan diberikan kepada manusia, namun sebelumnya itu (vaksin) sudah dilemahkan dan disuntikkan ke tubuh manusia.

“Vaksin yang masuk ke tubuh manusia diharapakan bisa terbentuk sel T memori (sel yang bisa membunuh patogen dan mematikan sel uang terinveksi covid-19). Jika ada virus lain yang masuk seperi covid-19, maka virus ini sudah mengenali,” jelasnya. Untuk itulah, penerapan Prokes merupakan kunci utama memutus mata rantai penyebaran covid-19 sembari didukung dengan pemberian vaksin. “Tetap pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Dan yang terpenting juga masyarakat mau untuk divaksin untuk mempercepat penangan covid-19,” kata dr Algazali. (b/ags)