KPU-Bawaslu siapkan Jawaban di MK – Kendari Pos
Politik

KPU-Bawaslu siapkan Jawaban di MK

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir (tengah) memimpin rapat persiapan menghadapi sidang sengketa pilkada di MK.

KENDARIPOS.CO.ID — Empat kabupaten pilkada di Sultra masuk ranah Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan yang dilayangkan empat paslon dari daerah itu atas keputusan KPU tentang hasil perolahan suara, terdaftar dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) MK. Mereka yang menggugat adalah Muhammad Endang-Wahyu Ade Pratama Imran (Konawe Selatan), Arhawi-Hardin La Omo (Wakatobi), Rajiun Tumada – La Pili (Muna) dan Muhammad Oheo Sinapoy – Muttaqin Siddiq (Konawe Kepulauan).

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan, siap menghadapi sidang sengketa di MK. Alat bukti sudah dipersiapkan, baik dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS) hingga KPU kabupaten. Termasuk dalil-dalil yang akan disampaikan pada sidang di MK, seperti dugaan pelanggaran administrasi pencalonan, mengenai kewenangan Bawaslu terhadap sengketa proses tahapan pilkada. “Misalnya dugaan money politik, terlibatnya ASN, protokol kesehatan yang seharusnya diproses di Bawaslu namun kini dibawa ke MK,” argumentasinya.

Ia memastikan semua persiapan matang, mulai saksi, anggaran dan pengacara. Langkah selanjutnya, kata dia, menunggu jadwal sidang dari MK. Koordinasi dan konsolidasi KPU Sultra dan KPU RI intens dilakukan, sebagai upaya mematangkan persiapan hadapi gugatan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu mengatakan, sudah menyiapkan keterangan tertulis menghadapi gugatan empat paslon. Keterangan itu akan disampaikan saat sidang nanti. Termasuk penyusunan fakta-fakta di lapangan, berdasarkan hasil pengawasan dan hasil penanganan pelanggaran yang telah ditangani.

Hanya Konsel Berpotensi PSU

Pengamat Politik Sultra Dr. Najib Husain menyampaikan, hasil BRPK yang diumumkan oleh MK merupakan sebuah kejutan. Awalnya, prediksi publik yang bakal diloloskan gugatannya hanya paslon Endang-Wahyu karena memenuhi standar ambang batas selisih perolehan suara.

“Namun diluar nalar publik, prediksi politik tersebut meleset. Jika ditelisik mendalam dan menyeluruh, alasan MK mengabulkan permohonan empat paslon karena tidak fokus hanya melihat hasil selisih suara antara pemenang dan penggugat. Namun lebih dominan menilai dari beragam pelanggaran yang terjadi. Hal ini menjadi sebuah catatan politik baru bahwa selisih ambang batas tidak semata menjadi alasan fundamental dikabulkannya permohonan gugatan,” kata akademisi FISIP UHO ini.

Menurutnya, proses sidang MK menarik untuk diikuti. Seperti apa hiruk pikuk antara penggugat dan jawaban penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu.

Ia memprediksi, MK hanya akan mengabulkan permohonan pemunguatan suara ulang (PSU) di pilkada Konsel. Karena selisih suara antara Surunuddin-Rasyid dan Endang-Wahyu memenuhi ambang batas. Sedangkan paslon lainnya, sangat tipis untuk dilakukan PSU. Karena rata-rata selisih suara sangat terlampau jauh.

“Dan jika para penggugat bisa meyakinkan hakim melalui alat bukti pelanggaran yang mereka miliki, maka paslon pemenang bisa terancam diskualifikasi. Ini satu-satunya cara yang berpotensi besar mengantarkan tiga penggugat Rajiun-La Pili, Oheo-Muttaqin, dan Arhawi-Hardin untuk memenangkan pilkada,” pungkasnya. (ali/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy