Klaim Asuransi Kecelakaan Capai Rp 17,5 Miliar – Kendari Pos
Metro Kendari

Klaim Asuransi Kecelakaan Capai Rp 17,5 Miliar


KENDARIPOS.CO.ID — PT Jasa Raharja mengklaim telah membayarkan asuransi kecelakaan sebesar Rp 17,5 miliar selama 2020. Jumlahnya menurun jika dibandingkan realisasi tahun sebelumnya (2019) sebesar Rp 23,8 miliar atau selisih sekitar Rp 5,3 miliar. Jasa Raharja menilai, pandemi Covid-19 dan meningkatnya kesadaran warga Sultra dalam berlalu lintas merupakan faktor utama menurunnya klaim asuransi tahun 2020.

Petugas Jasa Raharja Cabang Sultra saat melakukan pendataan terhadap keluarga korban lakalantas di Konawe Selatan beberapa waktu lalu

Kepala Jasa Raharja Sultra, Abubakar Aljufri mengatakan, kesadaran dan kepatuhan warga Sultra dalam berlalu lintas sudah cukup baik, terbutkti dari klaim asuransi kecelakaaan yang mengalami penurunan, “Klaimnya menurun karena kami diat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya dalam Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas di Terminal Baruga, kemarin.

Lanjut dia, pihaknya bersama jajaran Polda Sultra, Dinas Perhubungan dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) akan berupaya penuh meningkatkan kesadaran dan pemaham warga dalam berkendara. Upaya itu dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas sehingga berefek positif pada realisasi klaim kecelakaan.

Kendati pun terjadi kecelakaan kata Abubakar, pihaknya akan langsung meresponnya dengan melakukan jemput bola terhadap korban, “Program Jasa Raharja itu 1 hari wajib bayar. Asal ada LP (Laporan Polisi) itu langsung kita proses. Tidak boleh ada keluarga korban ke Kantor Jasa Raharja, semua berkasnya kita yang jemput,” ujarnya.

Selain mendorong warga untuk mematuhi aturan berlalu lintas, Abubakar meminta seluruh masyarakat, khususnya para pengemudi angkutan untuk memperhatikan kewajibannya membayar iuaran jasa raharjanyang tersemat dalam pembayaran pajak kendaraan.

“Sebulan itu hanya Rp 20 ribu, setahun Hanya Rp 240 ribu. Sangat ringan. Sebanding dengan manfaat yang didapatkan kalau terjadi kecelakaan misalnya pada angkutan, itu untuk korban meninggal kami bayarkan sekitar Rp 60 juta per jiwa,” ungkap Abubakar.

Di sisi lain, Abubakar meminta masyarakat pemilik kendaraan plat hitam untuk tidak menjadikan kendaraan sebagai angkutan penumpang. Pasalnya jika terjadi kecelakaan itu tidak mendapatkan asuransi kecelakaan. Kecuali kendaraan plat kuning. “Kalau memang berniat untuk ambil penumpang ya mobilnya harus diurus menjadi plat kuning. Menjadi mobil resmi pengangkut penumpang. Supaya penumpangnya terlindungi. Memberikan rasa aman kepada pribadi dan orang lain,” imbuhnya.

Sekedar informasi, dalam sosialialisasi keselamatan berlalintas itu, PT Jasa Raharja juga menyalurkan bantuan sembako kepada puluhan sopir angkut di Terminal Baruga, total ada 75 paket yang disalurkan. Bantuan tersebut diharapkan bisa mengurangi beban sopir angkut dimasa pandemi covid-19 saat ini. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy