Jubir Covid Sultra : 428 Orang Sudah Divaksin, Tak ada Keluhan! – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Jubir Covid Sultra : 428 Orang Sudah Divaksin, Tak ada Keluhan!


KENDARIPOS.CO.ID — Vaksinasi menghalau sebaran pandemi Covid-19 sudah dimulai. Walakin, masyarakat masih terselubung ketakutan luar biasa akan vaksinasi Sinovac. Program vaksinasi akan sukses jika didukung seluruh elemen masyarakat. Ikhtiar meyakinkan masyarakat terus dikumandang ditabalkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra sebagai upaya untuk mereduksi fobia Sinovac.

Sampai saat ini, Pemprov Sultra, Pemkot Kendari dan Pemkab Konawe belum menerima keluhan paska penyuntikan vaksin Sinovac, 14 Januari lalu. Itu artinya, vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh ini tak punya efek samping seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

“Alhamdulillah sejauh ini semua berjalan dengan aman sejak pencanangan vaksinasi 14 Januari lalu,” kata Juru Bicara Covid-19 Sultra, dr. Laode Rabiul Awal Wayong dalam program Bincang Pagi Kendari Pos Channel di Graha Pena Kendari Pos, Selasa (19/1) kemarin.

Pria yang karib disapa dokter Wayong itu menegaskan berdasarkan pantauan perkembangan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 per tanggal 19 Januari sudah sekira 428 orang yang di vaksin di Sultra. Dari jumlah itu, belum ada keluhan signifikan. “Untuk vaksinasi pertama ini belum ada keluhan signifikan. Saya sebagai vaksinator pertama yang menyuntikkan vaksin itu kepada Rektor UHO, Prof.Dr.Muh Zamrun. Tentu usai penyuntikan, saya terus memantau perkembangannya dan sejauh ini rektor tidak menunjukkan gejala sama sekali. Semua aman, “jelas dr. Wayong.

Pemerintah menjalankan vaksinasi ini untuk menyelamatkan masyarakat dari intaian Covid-19 sehingga dapat menekan laju penyebaran Covid-19. Sudah selayaknya program pemerintah itu didukung masyarakat. dr. Wayong meminta masyarakat tak perlu takut dan jangan percaya isu-isu hoaks yang beredar, sebab semua vaksinasi tahap pertama di Sultra berjalan aman dan lancar.

Direktur Utama Kendari Pos Irwan Zainuddin (dua dari kiri), Jubir Satgas Covid Provinsi Sultra, dr. La Ode Rabiul Awal (dua dari kanan), Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi (kiri), dan Biro Direksi Kendari Pos Sawaludin Lakawa (kanan),
usai Bincang Pagi di kanal Youtube Kendari Pos Channel, Selasa (19/1).

“Salah satu tanggung jawab kami adalah memantau perkembangan usai vaksinasi. Mungkin ada gejala ringan sampai sedang, sama halnya saat imunisasi atau saat vaksin campak, tetapi itu hanya terjadi beberapa hari. Setelah itu semua akan aman dan tidak akan ada kejadian berat. Intinya tahap pertama ini cukup aman di Sultra,” ungkap Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra itu.

Berdasarkan kajian teori, penerima vaksin harus menjalani dua kali vaksinasi agar paripurna proses vaksinasi. Rentang waktunya minimal dua pekan paska vaksin pertama. “Harus dua dosis vaksin. Prosesnya berselang dua minggu. Memang harus dua kali agar utuh vaksinasinya,” imbuh dr.Wayong.

Vaksin pertama berfungsi menciptakan memori dalam sel antibodi tubuh. Vaksin kedua untuk menguatkan diri dari antibodi itu. “Sehingga kita kebal, walaupun nantinya kita terconfirmasi covid tetapi tak akan menunjukan gejala berat,”beber dr.Wayong.

Vaksinasi bukan satu-satunya jaminan tidak terpapar Covid-19. dr.Wayong menegaskan masyarakat mesti disiplin menerapak protokol kesehatan (Prokes) kendati sudah divaksin. “Bisa saja terkonfirmasi Covid-19, tetapi gejalanya ringan. Untuk itu, selain vaksinasi, kita harus tetap menerapkan 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,”bebernya.

Vaksinasi tahap pertama diprioritas bagi tenaga kesehatan (Nakes) di level provinsi, Kota Kendari dan Kabupaten Konawe. Sementara untuk nakes di kabupaten dan kota lainnya bakal dilakukan pada awal Februari.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Kendari Pos, Irwan Zainuddin menduga ketakutan yang melanda masyarakat bisa jadi dipicu oleh informasi hoaks yang berseliweran di media sosial. Bahkan, mereka tak mau sama sekali divaksin sebelum betul-betul melihat Presiden RI divaksin. “Padahal izin edar darurat dari BPOM tentang vaksin Sinovac sudah keluar. Ada sertifikat halal juga dari MUI,” ujarnya.

Dirut Irwan Zainuddin menyayangkan isu-isu hoaks yang beredar di masyarakat. Harian Kendari Pos sebagai media massa akan terus menyampaikan edukasi dari pemerintah dan gugus tugas Covid-19 terkait vaksinasi kepada masyarakat. ‘Sehingga ke depan masyarakat akan lebih paham manfaat vaksin dan tidak akan takut lagi untuk di vaksin,” tutup Irwan Zainuddin. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy