Izin Sembilan Jetty Belum Lengkap – Kendari Pos
Kolaka Utara

Izin Sembilan Jetty Belum Lengkap

KENDARIPOS.CO.ID — Di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), terdapat sembilan terminal khusus (Jetty) perusahaan tambang yang dimanfaatkan untuk melakukan pengangkutan ore ke luar daerah. Meski begitu, ternyata tidak ada satupun yang memiliki izin lengkap, namun tetap diperbolehkan lakukan pengiriman. Kepala Syahbandar Kabupaten Kolaka, Hasfar, berargumen, semua izin jetty perusahaan tambang di Kolut sementara dilakukan pembaharuan hingga saat ini. Ia memastikan jika semua belum menuntaskannya. “Termasuk pengurusan izin lingkungan, mereka sementara mengurus dan belum ada yang selesai,” bebernya, Senin (25/1).

Meski perizinan belum tuntas, Hasfar mengatakan jika perusahaan bisa melakukan pengiriman. Dasar pemberian izin karena ada kebijakan, selama pengurusan, dapat berproses. “Ya, pengiriman itu legal dan masih diberikan kewenangan untuk jasa kepelabunanan sesuai instruksi,” ujarnya. Pihaknya memperbolehkan pengangkutan dan mengeluarkan surat persetujuan berlayar (SPB) karena perusahaan tambang sudah mengantongi laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari Surveyor Independen yang ditunjuk Kementerian ESDM. “Kami hanya mengklirkan. Setelah semua dokumen lengkap maka diberangkatkan. Soal jetty, diberikan kebijakan menuntaskan izinnya dimasa pandemi,” katanya.

Aktivitas penambangan nikel di Kolut. Terdapat sembilan Jetty perusahaan yang dimanfaatkan untuk melakukan pengangkutan ore ke luar daerah, meski izinnya belum lengkap

Ia sendiri mengatakan soal izin lingkungan tersebut bergantung pada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Jika ada penegasan apabila izin salah satu jetty tidak layak diterbitkan dan harus dihentikan, maka pihak Syahbandar juga tidak memperkenankan pelayaran. “Tetapi kan ini (izin lingkungan) masih berproses semua dan belum ada yang final,” tutupnya.

Informasi yang dihimpun dari DLH Kolut terungkap, peran instansi itu sebagai tim teknis pemberian izin lingkungan. Namun kini, pihak DLH justru mengaku tidak tahu dan tak dilibatkan. Sekarang, tiba-tiba perusahaan punya izin dari DLH Provinsi. Diketahui, izin pembangunan dan pengoperasian Jetty diperoleh setelah mengantongi izin lingkungan. Dasar untuk mendapatkan surat persetujuan berlayar (SPB) dan surat perintah olah gerak (SPOG) adalah izin pengoperasian. Untuk diketahui, 170 tongkang ore nikel diakngut dari Kolut menggunakan tongkang berkapasitas 5 ribu metric ton hingga 10 Ribu MT. Sepanjang 2020 belum ada perusahaan yang memiliki izin jetty lengkap, namun tetap melakukan pengiriman karena mendapat kebijakan. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy