IAIN Kendari Target Tambah Guru Besar

Gedung IAIN Kendari

KENDARIPOS.CO.ID—Perubahan status kelembagaan IAIN Kendari menuju UIN masih terus diperjuangkan dengan memenuhi berbagai persyaratan terutama, terkait mutu tri dharma perguruan tinggi. Aspek mutu ini termasuk di dalamnya kualitas para tenaga dosen dan tenaga kependidikan yang diukur dari pencapaian gelar akademik dan kinerja.

Sejak tahun lalu, IAIN Kendari melaksanakan kegiatan akselerasi guru besar dalam rangka mendorong peningkatan jumlah dosen bergelar akademik tertinggi. Saat ini tercatat dua guru besar di lembaga pendidikan Islam tersebut, yakni Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd., dan Prof. Dr. H. Zulkifli, M.Si., M.Pd.

Pembekalan terhadap guru besar telah dilakukan di penghujung tahun 2020, dengan melibatkan dosen yang telah memenuhi syarat dan kepangkatan untuk pengusulan guru besar melalui kegiatan pendampingan calon guru besar.

Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd., terus mendorong dosen untuk segera memenuhi berbagai persyaratan pengusulan guru besar, terutama terkait publikasi karya ilmiah pada jurnal internasional terindeks Scopus dan Thomson.

“Kami berupaya mendorong penambahan guru besar agar tahun ini bisa tercapai sesuai target, melalui kebijakan bersifat materil maupun non materil, sesuai dengan kewenangan yang kami miliki. Kami berharap pencapaian ini tidak stagnan pada dua orang, tetapi akan terus berlanjut pada bapak dan ibu sekalian dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ungkap Faizah, kemarin.

Di tempat yang sama Wakil Rektor I IAIN Kendari Dr. Husain Insawan, M.Ag., selaku pelaksana pembekalan dosen, mengungkap bahwa kegiatan ini bertujuan me-refresh semangat dan motivasi para calon guru besar lingkup IAIN Kendari untuk memenuhi persyaratan dalam meraih gelar mahaguru ini.

“Kami menghadirkan narasumber yang pengalamannya sudah tidak diragukan lagi. Mudah-mudahan kehadiran Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., bisa membantu mengarahkan kita semua agar sesuai dengan koridor dan ketentuan dalam proses pemenuhan persyaratan guru besar,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag memaparkan berbagai hal penting yang perlu diperhatikan para dosen agar tidak mengalami kendala dalam pengusulan guru besar. Beberapa diantaranya terkait kesesuaian mata kuliah binaan dengan bidang ilmu studi doktoral dosen yang bersangkutan, keseuaian core jurnal dengan bidang ilmu yang ditekuni serta kredibilitas jurnal internasional yang digunakan untuk mempublikasikan karya ilmiah dosen.

“Dibutuhkan kehati-hatian dan ketelitian para dosen pada semua aspek itu agar pada saat pengusulan tidak mengalami kendala yang berarti. Aspek kami sebutkan di atas seringkali menjadi hambatan bagi para dosen dalam pengusulan guru besar,” jelasnya.

Prof. Abdul Mujib merupakan guru besar Psikologi Islam pada UIN Syari Hidayatullah Jakarta. Dia telah meraih gelar guru besar pada usia 38 tahun dan dinobatkan sebagai pakar psikologi Islam kedua di Dunia. (ilw/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *