Hari Amal Bakti ke-75 Kementerian Agama


KENDARIPOS.CO.ID — 3 Januari 1946 silam, Kementerian Agama (Kemenag) RI terbentuk. Sederet dinamika menyertai perjalanan Kemenag hingga kini. 3 Januari 2021, Kemenag merayakan hari jadinya yang ke-75 tahun.
Saban tahun, Hari Amal Bakti (HAB) digelar untuk membingkai perayaan hari ulang tahun (HUT) Kemenag.

Kemenag menjadi aset penting bangsa mengingat perannya menjaga keutuhan bangsa lewat kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal utama bangsa ini untuk melangkah maju. Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad, S.Pd.,M.Pd mengatakan, peringatan HAB merupakan momentum untuk menebalkan niat dan motivasi dalam mencapai yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Tema HAB Kemenag “Indonesia Rukun” sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju. “Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa untuk sejajar dengan bangsa lain di dunia,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Sultra Fesal Musaad saat berdiskusi dengan Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin di ruang kerjanya, Senin (4/1) kemarin.

Menurut Fesal, pengembangan toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan karya bersama para tokoh agama, para menteri agama dan aparatur Kementerian Agama dari masa ke masa. Tanpa toleransi, kata dia, maka tidak ada yang namanya kerukunan. Toleransi dan kerukunan antarumat beragama berjalan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama.

“Pengalaman membuktikan toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan pihak yang lain berpegang pada hak-haknya sendiri. Dewasa ini, kita mengembangkan moderasi beragama, agar toleransi dan kerukunan yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan sehari-hari bangsa kita,” jelas Fesal Musaad.

Di negara yang berdasarkan Pancasila ini, lanjut dia, tidak ada diktator mayoritas atau tirani minoritas. Dalam kaitan itu, semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, di mana hak seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain.

Pancasila adalah ideologi pemersatu yang merangkum nilai-nilai keIndonesiaan sebagai bangsa yang beragama. Sila pertama dan utama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, meneguhkan identitas nasional sebagai bangsa yang beragama dan bermoral. Komitmen religius dan moralitas menjadi barometer apakah suatu bangsa dapat menjadi bangsa yang besar atau tidak.

Sejalan dengan itu, kata Fesal, tugas dan tanggungjawab sejarah bagi seluruh bangsa Indonesia adalah mengisi negara yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ini sejalan dengan asas demokrasi dan kedaulatan rakyat. “Kita dari generasi ke generasi harus bisa menjaga komitmen nasional tentang landasan bernegara di tengah dahsyatnya percaturan global di bidang geopolitik, ekonomi, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi dan lain-lain,” tuturnya.

Di sisi lain, memperingati HAB ke-75 tahun 2021 ini, Kemenag Sultra berkomitmen meningkatkan semangat mengelola Kemenag menjadi lebih baik kedepan. Adapun upaya yang akan dilakukan yakni, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan.

Kedua, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan dan terkahir, Ketiga, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan.

Fesal berharap, bersama Kemenag, terus akan mengedepankan akal sehat dan hikmah dan kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan saat ini maupun di masa-masa yang akan datang. Dia pun, semoga pandemi covid-19 sebagai ujian berat bagi bangsa kita dan kemanusiaan, segera berlalu dengan takdir dan pertolongan dari Yang Maha Kuasa. “Mari jadikan agama sebagai inspirasi pembangunan bangsa dan negara,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin mengapresiasi peran Kemenag Sultra yang hadir langsung di tengah masyarakat sebagai wadah perekat kerukunan antar umat beragama. Dia berharap, menapaki usianya yang ke 75, Kemenag mampu menjadi pusat pembimbingan dan pemersatu umat sehingga bisa mewujudkan kerukunan untuk Indonesia Maju.
“Saya ucapkan selamat memperingati hari amal bakti ke-75. Semoga ke depan Kemenang semakin teguh dalam melaksanakan tugasnya, sebagai pemersatu umat beragama,” kata Irwan Zainuddin.

Sekedar informasi, adapun rangkaian peringatan HAB ke-75 tahun ini, Kanwil Kemenag Sultra menggelar pekan olahraga dan seni (Porseni) yang diikuti seluruh perwakilan Kemenag di Sultra. Melalui porseni, insan Kemenag diharapkan bisa menjaga silaturahmi, kekompakan dan persaudaraan.

Selain porseni, Kemenang Sultra menggelar bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sekira 370 paket sembako. Rinciannya, sebanyak 250 paket disalurkan kepada masyarakat terdampak covid-19 di Kota Kendari dan 120 paket disalurkan kepada korban bencana banjir bandang di Kolaka Utara. (ags/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *