EKPPD 2020 : Pemkab Konawe Nomor Satu se-Sultra, Peringkat 18 Nasional – Kendari Pos
Nasional

EKPPD 2020 : Pemkab Konawe Nomor Satu se-Sultra, Peringkat 18 Nasional


KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa menorehkan prestasi manis di awal tahun 2021. Baru-baru ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) tahun 2020 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2019 di seluruh daerah se-Indonesia.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa

Hasilnya, pemerintah kabupaten (Pemkab) Konawe bertengger di urutan wahid dibanding kabupaten/kota lain se-Sultra dalam hal penyelenggaraan pemerintahan di tahun 2020 yang dikeluarkan Kemendagri. Secara nasional, Pemkab Konawe berada di peringkat 18 dari seluruh kabupaten/kota se-Indonesia. “Kalau urutan nasional, kita ranking 18. Mudah-mudahan, selanjutnya kita bisa masuk 10 besar,” ujar Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa kepada Kendari Pos, Kamis (14/1) kemarin.

Penilaian Kemendagri tersebut merupakan sebuah tolak ukur keberhasilan pemerintah daerah (pemda) dalam menerapkan prinsip otonomi daerah dan penyelenggaraan urusan pemerintahan. Setidaknya, ada enam indikator penyelenggaraan pemerintahan di daerah yang menjadi penilaian EKPPD oleh Kemendagri. Yakni, masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, pariwisata hingga penanganan kemiskinan.

Berdasarkan rilis resmi Kemendagri ihwal hasil EKPPD tahun 2020 terhadap LPPD tahun 2019, Kabupaten Konawe berada di peringkat pertama dengan skor 3,7904. Menyusul di bawahnya Konawe Utara (Konut) dan Konawe Selatan (Konsel). Masing-masing meraih skor 3,5599 dan 3,4869. Kota Kendari berada di peringkat ke delapan dengan skor 3,2312. Juru kunci dari 17 kabupaten/kota se-Sultra, kabupaten Buton Tengah (Buteng) dengan skor 2,6342.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, mengatakan, evaluasi yang dikeluarkan Kemendagri itu menggunakan indikator kinerja kunci (IKK) untuk setiap pengukuran. Baik itu dalam hal tataran pengambil kebijakan, pelaksana kebijakan serta pelaksanaan urusan pemerintahan yang nantinya menghasilkan peringkat kinerja daerah secara nasional.

Kata Kery, prestasi kinerja tertinggi dari hasil EKPPD tahun 2020 atas LPPD tahun 2019 oleh Kemendagri itu, menunjukkan Pemkab Konawe telah berhasil memenuhi ekspektasi masyarakat dalam menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

“Prestasi ini bukan hanya hasil kerja kepala daerah saja, melainkan segenap jajaran Pemkab Konawe secara keseluruhan. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran ASN dan non-ASN lingkup Pemkab Konawe yang telah memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,” ungkap Bupati Konawe dua periode itu.

Menurut Bupati Kery Konggoasa, prestasi ini pula menjadi bukti keseriusan Pemkab Konawe dalam menciptakan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, profesional serta berorientasi pada pelayanan prima. Dirinya berharap, ke depan prestasi yang sudah diraih tersebut bisa dipertahankan oleh seluruh jajaran pegawai Pemkab Konawe.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe Ferdinand Sapan, menuturkan, penyelenggaraan pemerintahan di Konawe mengacu pada UU Otonomi Daerah. Regulasi itu menyebutkan, substansi penyelenggaraan di daerah berorientasi pada aspek peningkatan pelayanan publik, kemandirian daerah, dan daya saing daerah. Berbicara soal kemandirian dan daya saing daerah, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Konawe itu menyebut, pada akhirnya yang dibahas yakni indikator sektoral dan makro ekonomi.

“Makro ekonomi itu mengenai pertumbuhan ekonomi, gini ratio, dan sebagainya. Kalau indikator sektoral, yang kita bahas berarti bagaimana daya unggul daerah. Daya unggul kita di Konawe yaitu pertanian dan industri manufaktur,” terangnya.

Kondisi itulah yang mendorong terintegrasinya pemerintahan di Konawe dengan segala sektor kebijakan, kaitannya didalam mengimplementasikan penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Dikatakannya, kondisi itu pula yang membuat kabupaten Konawe unggul dibanding daerah lain se-Sultra bahkan ditingkat nasional sekalipun, dalam hal penilaian EKPPD tahun 2020 atas LPPD tahun 2019 oleh Kemendagri.

“Harusnya kita ranking 9 nasional, tapi akhirnya tergeser di urutan 18. Tim evaluasi melihat bahwa lompatan kita terlalu tinggi. Dari rangking 208 menjadi ranking 9. Mereka sendiri tidak begitu yakin. Makanya tahun 2021 ini, kita akan yakinkan tim evaluasi itu dalam hal LPPD tahun 2020,” pungkas Ferdy, sapaan karib Ferdinand Sapan. (adi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy