Duka dari Majene dan Mamuju, Brimobda Sultra Siapkan Operasi Kemanusiaan


KENDARIPOS.CO.ID — Majene dan Mamuju berduka. Gempa dengan magnitudo 6,2 yang terjadi di Sulawesi Barat, pada pukul 01.28 WIB, Jumat dini hari menyisakan luka mendalam. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga pukul 14.00 WIB, terdapat 42 orang meninggal. Rinciannya, 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majene. Sedangkan, 15 ribu warga telah mengungsi ke tempat aman.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menjelaskan, terdapat 10 titik lokasi pengungsian di Kabupaten Majene. Yakni di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua yang terdapat di Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Malunda serta Kecamatan Sendana.

Sementara itu di Kabupaten Mamuju terdapat lima titik pengungsian. Berada di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro. Hingga kini, lanjut Raditya, jaringan listrik masih padam. “Data sementara, ada 15 ribu warga telah mengungsi. Sedangkan 42 orang dinyatakan telah meninggal dunia. Sampai saat ini, komunikasi selular tidak stabil pada dua kabupaten tersebut,” ungkap Raditya dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, kemarin.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya Bagus Puruhito menyampaikan, pihaknya telah mengerahkan tim SAR untuk melakukan evakuasi di lokasi terjadinya gempa, yakni Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. “Tim SAR dari Makassar KN SAR Kamajaya beserta rescuernya dan juga dari Balikpapan KN SAR Wisanggeni beserta rescuernya, dari Palu melalui jalan darat dan dari Jakarta tadi ada Hercules dari TNI AU yang berangkat ke Mamuju, kita ikut sertakan satu tim urban SAR dari pusat bersama dengan perlengkapan tambahan untuk melakukan evakuasi terurama pada bangunan-bangunan runtuh,” jelas Bagus.

Bagus menjelaskan, tim SAR melakukan evakuasi terhadap korban yang tertimpa puing-puing bangunan akibat gempa magnitudo 6,2. Dia meminta masyarakat untuk mendoakan agar proses evakuasi berjalan lancar. “Mohon doanya, semoga proses evakuasi bisa berjalan lancar. Kita berdoa bersama pula semoga bencana ini cepat berlalu,” harapnya.

Brimobda Sultra Turunkan Personel

Bencana yang terjadi di Majene dan Mamuju menuai perhatian banyak pihak. Ucapan bela sungkawa dan simpati berdatangan. Bantuan juga berdatangan. Baik dari aspek materi maupun fisik. Salah satunya datang dari Brimob Polda (Brimobda) Sultra yang menyiagakan satu satuan setingkat kompi (SSK).

Komandan Sat Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Adarma Sinaga mengatakan, Brimob Polda Sultra menyiagakan satu satuan setingkat kompi (SSK), guna melakukan operasi kemanusiaan di wilayah gempa Majene dan Mamuju. “Personel tetap kita siagakan . Kami masih menunggu perintah keberangkatan,” ujar Kombes Pol Adarma Sinaga kepada Kendari Pos, kemarin. Selain menyiagakan satu SSK personel, pihaknya juga mempersiapkan beberapa perlengkapan dan peralatan yang akan dibawa. Apabila sudah menerima perintah. “Jadi kapanpun kami diperintahkan, Brimob Polda Sultra sudah siap dan segera berangkat,” tegasnya.

Dalam setiap operasi, kata dia, Brimob Polda Sultra selalu siap kapanpun dibutuhkan. Penyiapan ini menurutnya sangat penting, agar saat dapat perintah Brimob Polda Sultra tidak kelabakan. “Ini operasi kemanusiaan, Brimob Polda Sultra selalu siap,” pungkasnya. (b/ndi/jpg)

Gempa Sulbar

Magnitudo: 6,2 SR
Waktu: Jumat (15/1) pukul 01.28 WIB
Lokasi: Sulawesi Barat

Kondisi Majene-Mamuju Pascagempa

*42 Orang Meninggal, Rinciannya:
-34 orang di Kabupaten Mamuju
-8 orang di Kabupaten Majene

*15 Ribu Warga Mengungsi
-Lokasi Pengungsian di Majene:
Desa Kota Tinggi
Desa Lombong
Desa Kayu Angin
Desa Petabean
Desa Deking
Desa Mekata
Desa Kabiraan Desa Lakkading
Desa Lembang
Desa Limbua

-Lokasi Pengungsian di Mamuju:
Di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simbor

*Akses Jalan Utama Terputus
-Gempa mengakibatkan longsor di tiga titik
-Terjadi sepanjang jalan poros Majene-Mamuju
-Belum bisa dilalui kendaraan

*Kerusakan Fisik
-62 unit rumah rusak
-Satu unit Puskesmas rusak berat
-Kantor Danramil Malunda rusak berat

*Jaringan Listrik Terganggu
-Sebanyak 872 Gardu Distribusi di Kabupaten Majene dan Mamuju padam
-Sebanyak 463 Gardu Distribusi berhasil dinormalkan
-Aliran listrik di sebagian wilayah Sulbar masih terputus

*Kebutuhan Mendesak Warga
-Sembako
-Selimut dan tikar
-Tenda keluarga
-Pelayanan medis dan terpal

Sumber Data: BNPB pukul 14.00 Wita, Jumat (15/1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *