DPR Sarankan Pemerintah Benahi Komunikasi Publik – Kendari Pos
Politik

DPR Sarankan Pemerintah Benahi Komunikasi Publik

KENDARIPOS.CO.ID — Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus, meminta pemerintah memperbaiki cara mengomunikasikan vaksin Covid-19 kepada publik. Hal ini disampaikan Deddy mengingat masih ada perbedaan pendapat jelang vaksinasi yang akan dimulai 13 Januari 2021 di Istana Negara.

Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus

“Saya melihat bahwa pemerintah dalam hal ini Satgas Covid-19 dan Kementerian Kesehatan masih lemah dalam melakukan manajemen komunikasi publik soal vaksin dan vaksinasi,” ungkap Deddy.
Deddy menilai, pihak-pihak terkait terkesan menganggap komunikasi publik sekadar kewajiban tambahan yang merepotkan, sehingga informasi yang sampai kepada masyarakat sangat terbatas, tidak tuntas, dan tidak sistematis.

Menurut Deddy, hal itu membuat masyarakat bingung, ragu, dan curiga lalu mencari sumber informasi lain yang justru menambah kebingungan, memunculkan polemik, dan akhirnya penentangan yang merepotkan proses vaksinasi di masa akan datang.

Ia meminta kepada Kementerian dan Satgas Covid-19 serta lembaga terkait lainnya untuk tidak menganggap remeh kebutuhan masyarakat akan informasi yang akurat, tuntas dan berkelanjutan. Semuanya harus duduk bareng untuk menyusun strategi bersama yang solid dan konsisten, disiplin berkomunikasi dan pelibatan berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar proses vaksinasi dapat berjalan dengan baik, dari segi sasaran dan kerangka waktunya.

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi PDIP itu, pemerintah harus membuat terang benderang tentang sumber, alasan, jumlah, dan kelebihan masing-masing vaksin tersebut agar tidak ada kebingungan di masyarakat. Deddy menilai saat ini terjadi polemik yang luar biasa di masyarakat soal asal vaksin, apakah Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Sputnic Sinopharm yang memicu kebingungan dan kekhawatiran masyarakat, bahkan kalangan anggota DPR.

Pemerintah juga diminta terbuka dan menjelaskan jika nantinya akan menggunakan lebih dari satu jenis vaksin, sasaran vaksinasi, kerangka waktu, lokasi vaksinasi, metode vaksinasi massal dan jadwal di daerah masing-masing.

Deddy mengingatkan bahwa prakondisi, sosialisasi, dan simulasi harus dilakukan secara sistematis dan konsisten agar masyarakat bersiap diri ketika proses vaksinasi massal dilakukan pada saatnya nanti. “Informasi terkait harus terus menerus disampaikan secara terpadu dan berjenjang agar tidak terjadi bias informasi ketika sampai ke masyarakat bawah,” ungkapnya.

Deddy mengungkapkan, tidak ada salahnya pemerintah merangkul organisasi-organisasi besar baik di bidang keagamaan, sosial, profesi hingga perguruan tinggi. Puskesmas dan Kepala Desa harus dilibatkan untuk melakukan sosialisasi secara intens. Deddy mengusulkan agar pemerintah segera mengumpulkan dan duduk bersama dengan para Kepala Daerah untuk melakukan briefing, sharing informasi dan identifikasi masalah agar proses vaksinasi massal terlaksana dengan baik. (jp)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy