Dialog Imajiner Ali Mazi-Anton Timbang, Oleh : Prof. Eka Suaib – Kendari Pos
Kolom

Dialog Imajiner Ali Mazi-Anton Timbang, Oleh : Prof. Eka Suaib


KENDARIPOS.CO.ID — Ali Mazi sebagai Gubernur Sultra, yang lebih dulu menyapa, ‘Selamat yah, saat ini kamu sudah jadi Ketua Umum KADIN Sultra’. ‘Siap pak gub,’jawab Anton Timbang (AT). Peserta menjatuhkan pilihan, selain memang karena sebagai pengusaha, tetapi juga dianggap punya talenta. Aktif mengurus organisasi. Saat ini masih aktif sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sultra.

Prof. Dr. Eka Suaib

Jadi, jika sudah jadi ketua, bukan sekedar untuk popularitas pribadi. Tapi hendaknya secara sungguh-sungguh ingin memberikan sumbangsih yang berarti. Tampak betul, Gubernur Ali Mazi memberi nasihat kepada Anton Timbang. Dalam suasana santai, tapi serius.

Jadi Anton, hendaknya kamu perlu melakukan perubahan besar pada organisasi pengusaha. Harus bisa menjadi mitra sejajar dengan pemerintah provinsi dalam membangun daerah ini. Mitra, itu bukan di bawah dan di atas, tapi sejajar. Saya selaku gubernur, tidak ingin menjadikan KADIN itu di bawah pemerintah. Sebab, kalau seperti itu tidak akan pernah menjadi dewasa. Sebab, bisa saja akan memunculkan moral hazard.

Saya ingin KADIN itu dapat memberi warna terhadap RPJMD. Saat ini, Bappeda sedang mendesain revisi RPJMD Sultra. Berikan pemikiran strategis, bagaimana strategi daerah untuk meningkatkan gairah investasi di daerah. Juga perlu diberikan gambaran faktor-faktor kompetitif daerah Sultra. Lalu, reformasi seperti apa yang perlu dilakukan oleh daerah sehingga dapat menstimulasi kegiatan-kegiatan perekonomian rakyat.

Coba itu, berdayakan UMKM. Pada masa pandemik Covid-19 ini, kondisi defisit ekonomi penunjang ekonomi yang mampu bertahan disaat krisis adalah para pelaku UMKM dan pengusaha lokal lainnya. Perlu promosi besar pada masyarakat bahwa wiraswasta itu mempunyai kedudukan sama mulianya dengan menjadi pegawai pemerintah ataupun TNI/Polri.

Selenggarakan seminar, dialog dengan para aktivis. Ajak minum kopi mereka bahwa mindset sekarang, aktivis itu bukan lagi demo-demo para kepala dinas (Kadis). Harus pengusaha.

Saya dengar dari rektor, sekarang ini ada mata kuliah kewirausahaan. Jadi, perguruan tinggi juga sudah memasukkannya sebagai bagian dari kurikulum. Mahasiswa sekarang dididik untuk tidak berjarak dengan dunia bisnis.

Jika para mahasiswa sudah ada motivasi menjadi pengusaha, maka KADIN perlu membuatkan akses agar bisa koneksi dengan pasar internasional. Ini berat Anton, tapi percayalah bahwa perjalanan jauh dimulai dari langkah pertama.

Iya pak gubernur. Terima kasih atas pengarahannya. Saya berterima kasih, saat mendaftar menjadi calon ketua, didampingi oleh putra pak gub. Itu berarti simbol bahwa pak gub merestui saya untuk menjadi ketua.

Sesuai arahan pak gub, saya akan memberikan sesuatu yang lebih baik bagi pembangunan dunia usaha di Sulawesi Tenggara. Soalnya, saat ini pak gub, daerah kita ini kaya akan potensi sumber daya alam, khususnya sektor tambang, kelautan, pertanian, perkebunan dan lain-lain.

Hanya saja pak gub, kadangkala gejolak politik lokal seringkali mendorong ketidakpastian dalam dunia usaha. Ini, runyam, soalnya kadang isu politik lokal tidak mudah untuk dilokalisasi. Jadi, saya berharap, ada optimalisasi dari sumber daya manusia pemerintah daerah dalam mengelola kebijakan daerah agar para investor bergairah.

Saya ingin mengabdikann waktu untuk memperkokoh eksistensi organisasi ini. Saya akan berkantor di menara BPD. Ini lokasi baru dan elite pak gub. Selain itu, akan aktif untuk keliling di Sulawesi Tenggara. Bertemu dengan pengusaha-pengusaha lokal. Saat bertemu, saya berusaha juga mengajak para konglomerat. Mereka akan saya ajak dan berkeliling untuk membagikan pengalaman dan membentuk jejaring.

Setidaknya, bagi pengusaha tahu bahwa bisnis tidak ada yang sekali jadi. Mereka memulai dari bawah sebelum akhirnya bisa menjadi konglomerat besar seperti sekarang. Saya memang betul-betul harus membagi waktu pak gub. Karena saya juga punya perusahaan.

Saya dukung itu Anton. Kamu harus tularkan magma bisnis kepada siapa saja sehingga menular kepada segenap pengusaha, calon pengusaha, kepada mahasiswa, generasi muda, kepada siapa saja. Lakukan langkah habis-habisan. Sekarang, dengan sisa usia kita bagaimana memberikan yang terbaik bagi perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Kamu selama ini telah berupaya bekerja keras menghasilkan yang terbaik. Giliran yang lain untuk juga menunjukkan kerja dan kinerja. Selamat bekerja yah. Terima kasih pak gub. Ijin pamit. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy