BNNP Sultra : Jangan Takut Direhabilitasi!


KENDARIPOS.CO.ID — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sultra tak hanya sibuk menangkap pengedar narkoba. BNNP Sultra berupaya mereduksi pengguna/pecandu narkoba melalui program rehabilitasi. Sarana dan prasarana sudah disiapkan.

Kepala BNNP Sultra Brigjen Pol Sabaruddin Ginting meminta masyarat terutama para pengguna/pecandu narkoba agar segera mendatangi kantor BNN terdekat untuk direhabilitasi. Hal tersebut, menurutnya sangat penting dilakukan agar masyarakat bisa terbebas dari belenggu zat yang merusak kehidupan itu.

Kepala BNNP Sultra Brigjen Pol Sabaruddin Ginting

“Tidak usah takut kalau hasilnya nanti positif atau negatif. Seandainya positif, kami ada klinik rehabilitasi. Jadi perlu diketahui saat ini negara hadir bukan hanya untuk menangkap bandar atau para pengguna, tapi negara juga hadir pada para pengguna yang perlu diobati,” kata Brigjen Pol Sabaruddin Ginting saat menjadi pembicara dalam program Bincang Kita di kanal youtube Kendari Pos Channel di Graha Pena Kendari Pos, Jumat (8/1) kemarin.

Brigjen Pol Sabaruddin Ginting menjelaskan tiga fungsi yang dimiliki BNNP yakni pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan merupakan kelebihan tersendiri dan tidak dimiliki oleh lembaga lain yang serupa utamanya yang ada di Direktorat Narkoba Polri.

“Ketiga bidang (fungsi) ini sebaiknya dimanfaatkan masyarakat. Mungkin ada ibu-ibu yang merasa anaknya kecanduan atau terpapar oleh narkoba ini, dia bisa membawa anaknya ke BNNP. Di situ ada klinik pratama, gratis. Untuk diberikan perawatan medis, dan diberikan perawatan sosial. Sehingga dia bisa kembali produktif,” jelas Brigjen Pol Sabaruddin Ginting.

Jika tingkat ketergantungannya tinggi, lanjut Brigjen Pol Sabaruddin Ginting, maka BNNP Sultra akan membantu warga untuk dilakukan rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNN yang ada di Makssar dan Kalimantan Timur. “Itu gratis. Apalagi kalau anak muda kan kita coba kembalikan dia, kita rawat dia disana. Ini bukti bahwa sesungguhnya negara hadir kepada para pengguna. Negara hadir untuk mengobati agar mereka kembali produktif apalagi para pecandu yang masih berusia muda,” pungkasnya.

Sekedar informasi, jumlah fasilitas layanan rehabilitasi di Sultra tersebar di 15 kabupaten dan kota di Bumi Anoa. Khusus bidang rehabilitasi BNNP Sultra sepanjang 2020 telah mengasesmen 116 orang pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba yang terdiri dari assesment compusorry (TAT) sebanyak 21 orang dan assestment voluntary (wajib lapor) sebanyak 95. Assestment voluntary terdiri dari layanan rehabilitasi rawat jalan kepada 83 pasien dan 12 pasien telah dirujuk ke pusat rehabilitasi. (ags/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *