BI Musnahkan 104 Lembar Uang Palsu. – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

BI Musnahkan 104 Lembar Uang Palsu.

Pemusnahan uang palsu oleh Bank Indonesia, beberapa waktu laku.

KENDARIPOS.CO.ID — Pandemi Covid-19 turut berdampak terhadap menurunnya peredaran uang palsu di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sepanjang tahun 2020, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra memusnahkan 104 lembar uang palsu. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang tercatat sebanyak 138 lembar.
“Sepanjang tahun 2020, pemusnahan uang palsu mengalami penurunan sebesar 25 persen dari tahun sebelumnya. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh menurunnya inflow atau uang masuk ke BI selama 2020. Lebih rendah dibandingkan tahun 2019,” ujar Kepala KPw BI Sultra, Bimo Epyanto, kemarin.

Dijelaskan, uang palsu yang dimusnahkan tersebut didominasi oleh pecahan uang besar sekitar 85,02 persen dan pecahan uang kecil 14,98 persen. Berdasarkan nominal, temuan uang palsu di tahun 2020 didominasi oleh pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000. Pecahan Rp 100.000 ditemukan sebanyak 95 lembar dan pecahan Rp 50.000 sebanyak 9 lembar, sehingga total keseluruhannya menjadi 104 lembar.
Menurut Bimo, rendahnya inflow selama tahun 2020 dikarenakan terjadinya penurunan aktivitas ekonomi. Selain itu, transaksi lebih banyak dilakukan secara nontunai sehingga permintaan uang oleh masyarakat untuk bertransaksi juga turun.

“Penurunan temuan uang palsu di Sultra diprediksi karena adanya penurunan aktivitas ekonomi dan meningkatnya transaksi nontunai oleh masyarakat selama masa pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Lanjut dia, BI terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat agar peredaran uang palsu dapat ditekan.
Pemahaman yang dimaksud tidak hanya sebatas mengetahui palsu atau tidaknya selembar uang, melainkan juga kewajiban masyarakat melaporkan temuan kepada BI atau pihak berwajib. Untuk menekan angka peredaran uang palsu di Sultra, pihaknya juga intens mensosialisasikan keaslian Rupiah.

Salah satunya yaitu dengan mengedukasi masyarakat untuk membiasakan cara 3D, yakni dilihat, diraba, diterawang.

“Dalam bertransaksi, masyarakat sebaiknya menerapkan langkah 3D agar terhindar dari potensi peredaran uang palsu. Kalau ada temuan uang palsu, segera melapor ke BI atau pihak berwajib,” tandasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy